ProDi S2 IKM UNS Sem 1 – Kuliah 2 Juni 2017

Tugas:

  1. Jelaskan ungkapan “management fad” (MF). Baca: https://hbr.org/2002/10/spotting-management-fads. Beberapa contoh MFs: matrix management, medical audit, OD, TQM, strategic management, MBO, one minute management.
  2. Identifikasi penggunaan MF dalam kebijakan (contoh: http://perpustakaan.depkes.go.id:8180/bitstream//123456789/1311/1/KMK267-0308.pdf) dan praktek management (contoh: cari makalah penelitian empirik tentang “medical audit” di Biomed Central).
  3. Apakah penelitian pustaka menunjukkan bukti valid bahwa MF yang saudara identifikasi di butir 3 berdayaguna? (Contoh: cari makalah systematic review tentang “medical audit”).
  4. Mengapa makalah systematic review tentang efikasi intervensi management lebih sulit ditemukan dibandingkan makalah systematic review tentang efikasi intervensi kesehatan perorangan/masyarakat? Pelajari kuliah 29 Mei 2017 tentang Evidence Based Management.
  5. Jelaskan mengapa lebih baik memakai hasil systematic review sebagai dasar untuk membuat kebijakan dan interevensi. Pelajari piramida bukti – http://www.students4bestevidence.net/the-evidence-based-medicine-pyramid/).

ProDi S2 IKM Sem 1, 29 Mei & 2 Juni 2017

1. Baca makalah2:

2. Jawab pertanyaan2 berikut:

  • Apa Evidence Based Management (EBMgt) dan Evidence Based Medicine/Public Health?
  • Siapa yang perlu mempraktekkan EBMgt? Apa manfaatnya?
  • Sebutkan ciri2 organisasi yang mempraktekkan EBMgt?

3. Cari makalah2 telaah sistematis tentang penelitian2 efikasi intervensi2       management.

Contoh:

Moran dkk_Supervision, support and mentoring interventions

 

Kuliah ProDi S2 IKM UNS (KIA Sem 2)

Tugas:

  1. Baca makalah berikut: Yuan dkk_SR_reducing inequalities in MCH
  2. Pelajari penilaian terhadap makalah ini oleh team penilai McMaster University (http://www.healthevidence.org/search.aspx). Berdasarkan hasil penilaian ini tulis saran tentang bagaimana meningkatkan mutu penelitian pustaka yang dilakukan Yuan dkk.
  3. Tulis kesimpulan yang dibuat Yuan dkk. Saran apa yang mereka berikan untuk penelitian2 empirik berikut tentang intervensi2 yang menurunkan ketimpangan dalam KIA?
  4. Identifikasi makalah-makalah yang digunakan Yuan dkk untuk mensintesis temuan makalah2 penelitian empirik yg memenuhi syarat. Pilih satu makalah yang saudara minati dan tulis bagaimana saudara akan meningkatkan mutu penelitian tsb. Satu makalah penelitian empirik dinilai oleh satu atau dua mahasiswa. Ketua kelas mengupayakan sedapat mungkin supaya tidak ada duplikasi.
  5. E-mail tulisan saudara (butir 2, 3 dan 4) ke rossi_sanusi@yahoo.com sebelum jam 24, hari Kamis tanggal 25 Mei 2017.

Kumpulan Tugas

Kuliah ProDi S2 IKM UNS (PKMK Sem 3)

Tugas: Baca makalah-makalah berikut dan identifikasi masalah2 penelitian yang perlu dipecahkan untuk memberikan bukti yang lebih valid tentang efektivitas dan efisiensi program.

Suhrcke, M., Boluarte, T. A., & Niessen, L. (2012). A systematic review of economic evaluations of interventions to tackle cardiovascular disease in low-and middle-income countries. BMC Public Health, 12(1), 2. (Suhrcke dkk_SR of economic evaluations)

Sutton, L., Karan, A., & Mahal, A. (2014). Evidence for cost-effectiveness of lifestyle primary preventions for cardiovascular disease in the Asia-Pacific Region: a systematic review. Globalization and health, 10(1), 79. (Sutton dkk_SR of cost effectiveness)

Menilai Evaluasi Ekonomi Upaya Kesehatan

Evers, S., Goossens, M., De Vet, H., Van Tulder, M., & Ament, A. (2005). Criteria list for assessment of methodological quality of economic evaluations: Consensus on Health Economic Criteria. International journal of technology assessment in health care, 21(02), 240-245. (Evers_Criteria for assessment of methodological quality of HEE)

Langer, A. (2012). A framework for assessing Health Economic Evaluation (HEE) quality appraisal instruments. BMC health services research, 12(1), 253. (Langer_Framework for assessing HEE instruments)

Lampiran Sutton dkk:

Sutton_add file 1

Sutton_add file 2

Sutton_add file 3

Sutton_add file 4

Kuliah ProDi S2 IKM UNS (PromKes Sem 2)

Tugas untuk Kuliah 5 Mei 2017:

Ketua kelas membentuk 4 kelompok (@ 4 orang). Masing-masing kelompok membuat PODP yang menurut anggota kelompok yang bersangkutan berdayaguna/efficacious menganjurkan orang untuk menggunakan tangga di Gedung Pasca Sarjana UNS. Pada jam pertama masing2 kelompok akan presentasi PODPnya dengan 3 slide berikut:

  1. Gambar PODP
  2. Alasan memilih PODP tsb.
  3. Bagaimana mengevaluasi efikasi PODP tsb.

PODP kemudian dipasang di setiap pintu masuk dan keluar lift gedung pasca sarjana. Nomer pintu lift akan diundi. Contoh PODP dapat dilihat di Google Gambar/Image – ketik “Point of Decision prompts”. Setelah dipasang kita akan kembali ke ruang kelas untuk membahas pelaksanaan evaluasi efikasi dari PODP yang dipasang.

Pustaka terkait:

Jennings_A_SR_interventions_to_increase_stair_use

Kahn_The_Effectiveness_of_Interventions_to_Increase_Phy

kahn-SE-interventions-to-increase-physical-activity1-1 (2)

Avitsland dkk

Bellicha dkk

Eves dkk

Kuliah ProDi S2 IKM UNS 25 April 2017

Baca makalah Cost-effectivenes of strategies to improve utilization and provision of MNCH services

Berdasarkan makalah ini dipilih 5 makalah berikut:

  1. 29_Assessing the costs and cost-effectiveness of …
  2. 36_Breast feeding promotion and priority setting …
  3. 39_Home-based neonatal care …
  4. 50_Economic evaluation …
  5. 61_Ambulance service …

Masing-masing makalah akan ditelaah oleh dua mahasiswa dan hasil telaah akan dipresentasikan di kelas dengan PPt yang membahas: (1) Kerangka konsep; (2) Rancangan & Metoda Penelitian; dan, (3) Pelaksanaan penelitian.

Penelitian Replikasi (2)

Kata “replikasi” tidak hanya berarti “mengulang” tetapi juga “menjawab” atau “menanggapi”. (http://www.etymonline.com/index.php?term=replication&allowed_in_frame=0). Jadi penelitian replikasi dapat diartikan sebagai penelitian yang menanggapi penelitian-penelitian sebelumnya yang berupaya menjawab masalah penelitian yang sama (i.e., mempertanyakan kekuatan hubungan, atau Effect Size, antara X dan Y) dengan tujuan memberikan bukti yang lebih valid tentang Effect Size (ES) hubungan X (prediktor, intervensi atau program) dan Y (kriterion, outcome atau hasil program). Hipotesis penelitian menyatakan bahwa ES ≥ ESmin dan kesimpulan penelitian menyatakan bahwa hipotesis penelitian didukung/tidak didukung oleh hasil penelitian. Kesimpulan penelitian dapat tidak valid jika kerangka konsep (R1) tidak valid, rancangan penelitian (R2) tidak kokoh dan/atau pelaksanaan penelitian (R3) tidak setia mengikuti metoda penelitian yang dirancang.

Ada replication continuum mulai dari penelitian dengan R3, R2 dan R1 yang sama (imitation, exact replication, pure replication),  penelitian dengan R1 dan R2 yang sama, penelitian dengan R1 dan R3 yang sama, sampai dengan penelitian dengan hanya R2 dan R3 yang sama. Jika penelitian-penelitian sebelumnya dilaksanakan dengan kurang taat metoda (low fidelity research implementation) peneliti berikut mempunyai peluang mereplikasi penelitian tentang hubungan X – Y yang sama dengan tujuan meningkatkan ketaatan mengikuti metoda penelitian yang telah diarahkan oleh rancangan penelitian yang kokoh (robust  research design). Makin lama jangka waktu penelitian, makin rumit penelitian dan makin rendah penerimaan subyek penelitian makin besar kemungkinan untuk menyimpang dari rancangan dan rencana semula. (Carroll, C., Patterson, M., Wood, S., Booth, A., Rick, J., & Balain, S. (2007). A conceptual framework for implementation fidelity. Implementation Science, 2(1), 1.)

Jika penelitian-penelitian sebelumnya menggunakan rancangan yang kurang kokoh peneliti berikut mempunyai peluang menanggapinya dengan Tujuan Penelitian yang menyatakan secara spesifik apa yang akan diperbaiki dalam hal pengumpulan data, pengolahan data dan/atau penafsiran data. Mutu pengumpulan data dapat ditingkatkan dengan memperbaiki validitas alat/cara pengumpulan data, memperbaiki reliabilitas penggunaan alat/cara pengumpulan data dan/atau memperbaiki validitas subyek atau unit pengamatannya. Mutu pengolahan data mungkin perlu ditingkatkan dengan penggunaan metoda-metoda statistika reduksi dan inferensi yang lebih sesuai dengan skala data dan asumsi/prasyarat metoda. Mutu validitas dalam dan validitas luar penafsiran ES ditingkatkan dengan mengendalikan, memanipulasi atau mengamati moderator spesifik dan non-spesifik.

Jika penelitian-penelitian sebelumnya menggunakan kerangka konsep yang kurang valid peneliti berikut dapat melakukan penelitian replikasi dengan kerangka konsep yang disempurnakan secara deduktif berdasarkan teori/pendapat ahli dan secara induktif berdasarkan hasil penelitian-penelitian sebelumnya. Ada banyak hal yang dapat diperbaiki tentang kerangka konsep: definisi operasional (DO) dari konstruk-konstruk X, Y, mediator (landasan teori) dan moderator (situasi dan kondisi unit analisis), jumlah dan DO dimensi-dimensi (atau faktor-faktor) dari masing-masing konstruk, serta jumlah dan DO variabel-variabel/item-item dari masing-masing dimensi.

Penelitian imitasi, atau replikasi murni, diperlukan dalam rangka memenuhi kriterion konsistensi hubungan kausasi X dan Y. ES yang bermakna (ES ≥ ESmin) dan valid (tidak bias, tidak kebetulan dan tidak rancu) dan penelitian-penelitian replikasi yang secara konsisten menghasilkan ES bermakna dan valid merupakan kriteria penting pembuktian hubungan sebab-akibat antara X dan Y. Bahkan penelitian replikasi di tempat yang sama, dengan unit analisis dan unit pengamatan yang sama, pada waktu yang berbeda diperlukan (i.e., karena validitas a posteriori dapat berubah).

Untuk menghindari  “plagiarisme gagasan”  peneliti sebaiknya selalu menyebutkan sumber rujukan dan untuk menghindari “plagiarisme tulisan” peneliti sebaiknya selalu menunjukkan tanda kutip dan menyebutkan sumber rujukan. Ijin mengutip dari penerbit sumber rujukan diperlukan jika penerbit mempunyai hak kutip (copyright). Plagiarisme-diri (self-palgiarism) terjadi ketika peneliti menerbit ulang seluruh atau sebagian dari karyanya dan mengakunya sebagai karya baru. (https://cdn2.hubspot.net/hub/92785/file-5414624-pdf/media/ith-selfplagiarism-whitepaper.pdf).

Penelitian Replikasi (1) https://rossisanusi.wordpress.com/2009/06/14/penelitan-replikasi/