Pembedaan Penelitian Kualitatif – Kuantitatif Perlu?

Penelitian Kuantitatif Mengkuantifikasi Kualitas Subyek Penelitian

Menurut kamus etimologi online (www.etymonline.com) kata sifat “Kualitatif”  berasal dari kata benda qualitatem (L), yang berarti suatu sifat, benda, keadaan atau kegiatan yang mencirikan pemilik kualitas yang bersangkutan. Semua penelitian bertujuan mengumpulkan informasi tentang kualitas (ciri-ciri) dari pemilik informasi (= subyek penelitian, atau unit pengamatan). Dari masing-masing pemilik informasi banyak sekali ciri-ciri yang dapat diteliti dan dilaporkan. Karena pemilik informasi bervariasi menurut ruang (perbedaan antar pemilik) dan waktu (perubahan pada diri masing-masing pemilik untuk setiap ciri) peneliti  juga berminat mengamati dan merekam variasi dari ciri-ciri tersebut. Ciri yang bervariasi menurut ruang dan waktu ini dinamakan variabel. Untuk memudahkan perekaman, informasi dari masing-masing variabel dikotakkan dalam salah satu dari golongan yang jumlahnya sedikit dan tertentu atau dalam salah satu dari golongan yang jumlahnya banyak sekali dan dapat tak terhingga. Informasi yang sekarang sudah dikotakkan dinamakan data categorical (data golongan) pada penggolongan yang sedikit dan tertentu atau data continuous (data sinambungan) pada penggolongan yang banyak dan tidak tertentu.

Data (informasi yang sudah digolongkan) yang makin banyak (karena subyek penelitiannya makin banyak, atau karena variabel2 yang diamati makin banyak, atau keduanya) diringkas dalam bentuk tabel,  diagram atau angka peringkas. Untuk melihat berapa subyek yang masuk dalam masing2 kotak peneliti dapat membuat tabel silang variabel vs golongan (sel-selnya berisi jumlah subyek), dan diagram golongan (e.g., histogram, pie diagram) atau diagram sinambungan (i.e., polygon). Angka peringkas yang dapat digunakan ialah persen atau proporsi untuk data golongan; dan, angka pemusatan (mean, modus, median) dan penyebaran (range, inter-quartile range, standard deviasi) untuk data sinambungan. Jika peneliti kemudian juga berminat memeriksa sampai seberapa jauh dua atau lebih variabel bervariasi bersama (kovariasi), kekuatan dan arahnya juga dapat diringkas dalam bentuk tabel, diagram dan angka-angka peringkas (koefisien korelasi, Odds Ratio, selisih mean, selisih proporsi).

Peringkas2 data yang diperoleh peneliti dari sampel subyek penelitian (yang dipilih tanpa bias) dinamakan statistik2, yang digunakan untuk memperkirakan peringkas2 data dari populasi yang disampel  (= parameter2). Untuk keperluan ini peneliti merumuskan hipotesis statistik yang menyatakan bahwa statistik dapat memperkirakan parameter berada dalam selang kepastian yang sempit dengan tingkat kepastian 95% atau 99% (atau lebih tinggi lagi). Makin besar sampelnya, makin sempit selang kepastiannya.

Yang menjadi pertanyaan ialah kapan penelitian bersifat kuantitatif? Pada saat informasi dikotak-kotakkan menjadi data, pada saat data menjadi terlalu banyak sehingga perlu diringkas, atau pada saat peneliti menguji hipotesis statistik?

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s