“Universal Coverage” tanpa harus menjadi “Welfare State”

Ungkapan “Universal Coverage” lazim digunakan untuk menggambarkan suatu sistem upaya kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma kepada semua dan setiap anggota masyarakat yang membutuhkannya. Upaya kesehatan ini mencakup Upaya Kesehatan Perorangan (yang dapat meluas sampai upaya pencegahan sekunder dan primer) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (yang terdiri dari pengendalian lingkungan dan penyebab penyakit).

Jaminan Umum ini juga dapat diperluas mencakup penyelenggaraan pendidikan dan pemenuhan kebutuhkan pokok purna kerja bagi semua warga yang membutuhkan.  Namun jaminan umum, baik yang mencakup hanya kesehatan atau HEW (health, education & welfare), sering disalahgunakan oleh anggota masyarakat yang “malas” dan negara menjadi “Welfare State” yang makin bangkrut dengan warga negara yang mutu kehidupannya makin memburuk, seperti yang sekarang dialami oleh beberapa negara “maju” di benua Eropa dan Amerika. Hal ini dapat dicegah jika negara membuat peraturan yang jelas, dan menerapkannya dengan tegas, kriteria “anggota masyarakat yang membutuhkan”. Kriteria ini digolongkan menjadi kriteria untuk anggota masyarakat yang:

  • MASIH DAPAT BEKERJA – harus bekerja sebagai pekerja yang menghasilkan uang dan membayar pajak (yang dipekerjakan pihak lain atau sendiri) atau sebagai pekerja sukarela di berbagai instansi pemerintah dan swasta.
  • BELUM DAPAT BEKERJA – harus belajar mengikuti pendidikan mulai dari PAUD sampai lulus pendidikan vokasi atau pendidikan profesi.
  • TIDAK DAPAT BEKERJA karena cacat berat secara fisik atau mental.

Ini berarti bahwa pemerintah suatu negara harus menyediakan sekolah (PAUD, Pra-Sekolah – SMP, SMK, PT Vokasi dan Profesi) dan lapangan pekerjaan. Mengenai  lapangan pekerjaan pemerintah sebaiknya membangun lebih banyak “pusat-pusat pendapatan” dari sektor perhutanan, pertanian, peternakan, perikanan, perindustrian dan pengangkutan daripada “pusat-pusat pengeluaran” untuk HEW.

Untuk menghindari penyalahgunaan jaminan umum di bidang kesehatan pemerintah dapat menggunakan semacam balanced scorecard kesehatan. Anggota masyarakat yang menjalani gaya hidup sehat (bekerja, berKB, berpola makan sehat, imunisasi, tidak merokok, tidak menyalahgunakan alkohol/obat, beraktifitas fisik, dsb) mendapat imbalan berupa universal coverage. Makin rendah score-nya makin banyak/besar penalti yang diperolehnya berupa kewajiban membayar extra yang makin tinggi untuk jenis pelayanan kesehatan yang terkait.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s