Desentralisasi Ujian Akhir

Untuk menghemat biaya dan menghindari kekacauan/kecurangan sebaiknya Ujian Nasional  dilaksanakan oleh masing-masing sekolah. Hasilnya memang harus sama – kelulusan 100%! Sesuai dengan tugasnya, KemenDikNas merumuskan tujuan-tujuan belajar/kompetensi minimal yang sebaiknya dicapai dan kebijakan pelaksanaan ujian akhir. Supaya menarik dan berkesan guru dan murid membuat soal-soal ujian yang diduga dapat menguji pencapaian tujuan-tujuan belajar/kompetensi minimal tersebut. Soal-soal diuji-cobakan pada kelompok atau kelas murid yang lain, dan kemudian jawabannya dianalisis (tidak digunakan untuk menentukan kelulusan) dan soal-soalnya disempurnakan. Kalau perlu kegiatan membuat dan menguji-coba soal-soal ujian ini diulang beberapa kali. Guru dan murid juga dapat mengusulkan kepada KeMenDikNas penyempurnaan tujuan belajar/kompetensi minimal untuk tahun-tahun berikut.

Uang yang semula akan digunakan untuk Ujian Nasional sebaiknya digunakan untuk pelatihan bagaimana menguji dengan baik (sebagai bagian dari pengalaman belajar). Para peneliti ilmu pendidikan dapat meneliti apakah “pengalaman belajar” ini akan lebih lama retensinya dan lebih menyiapkan peserta didik untuk pendidikan lebih lanjut atau untuk bekerja. Lembaga-lembaga pendidikan lebih lanjut dan organisasi-organisasi yang merekrut pekerja dapat menseleksi murid/pekerja berdasarkan reputasi/rekam jejak sekolah dan portfolio/berkas lulusan (yang memuat daftar tujuan belajar/kompetensi minimum yang sudah dicapai, prosedur ujian yang digunakan dan karya-karya kompetensi maximum)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s