Menyelenggarakan Upaya Kesehatan

Di dalam pembahasan tentang bentuk, SKN 2009 mengatakan bahwa “Upaya kesehatan diselenggarakan dengan pendekatan pencegahan, peningkatan, pengobatan dan pemulihan”. Bentuk upaya kesehatan seperti ini mengacu kepada Perjalanan Alamiah Penyakit (PAP), yang menggambarkan proses perjalanan penyakit pada perorangan:

Model ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan himpunan orang (kasus) pada masing-masing tahap perjalanan alamiah penyakit.

Jika dikaitkan dengan tujuan akhir dari pembangunan kesehatan model PAP dapat digunakan untuk menggambarkan tahap-tahap pengendalian penyakit. Suatu penyakit telah dieradikasi di seluruh bumi jika Penyebab Penyakitnya telah dikendalikan. Suatu penyakit telah dieliminasi di suatu negara jika tidak ada lagi orang yang menderita penyakit sasaran karena lingkungan yang terkait telah dikendalikan di negara tersebut. tetapi masih ada orang yang beresiko tinggi.

Selain membahas bentuk dari masing-masing subsistem SKN 2009 juga menggambarkan keterkaitan antar subsistem. Di halaman  26 disebutkan bahwa “Penyelenggaraan SKN memerlukan keterkaitan antar unsur-unsur SKN sebagai suatu tata hubungan yang efektif. …

Subsistem Upaya Kesehatan diselenggarakan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Untuk penyelenggaraan subsistem tersebut diperlukan berbagai upaya dengan menghimpun seluruh potensi bangsa Indonesia. Berbagai upaya tersebut memerlukan dukungan pembiayaan, SDM Kesehatan, ketersediaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan minuman, manajemen dan informasi kesehatan serta pemberdayaan masyarakat.” Dari pernyataan ini dapat disimpulkan bahwa subsistem Upaya Kesehatan memerlukan dukungan dari kelima subsistem yang lain untuk meningkatkan derajat kesehatan.

Untuk mengetahui secara spesifik bentuk dan cara dukungan dari lima subsistem ini di daerah bentuk dan cara penyelenggaraan upaya kesehatan di masing-masing daerah harus dijabarkan terlebih dahulu melalui langkah-langkah berikut:

  1. Menentukan penyakit-penyakit penyumbang terbanyak ke pencapaian target-target MDG 4, 5 & 6.
  2. Membuat PAP Himpunan Kasus untuk masing-masing penyakit prioritas tersebut.
  3. Membuat Sistem Surveilans-Respons (S-R) untuk masing-masing tahap PAP.
  4. Merumuskan definisi operasional untuk masing-masing Fungsi Pokok Sistem S-R (Deteksi & Tindakan Kasus, Registrasi, Konfirmasi, Pelaporan, Analisis & Interpretasi, Respons Cepat, Respons Terencana & Feedback).
  5. Menentukan SDM, Sediaan Farmasi dsb, Manajemen & Informasi Kesehatan,  pemberdayaan Masyarakat, dan Pembiayaan untuk masing-masing Fungsi Pokok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s