Bentuk & Cara Penyelenggaraan Pembangunan Kesehatan

“Sistem Kesehatan Nasional (SKN) adalah bentuk dan cara penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang memadukan berbagai upaya Bangsa Indonesia dalam satu derap langkah guna menjamin tercapainya tujuan pembangunan kesehatan dalam kerangka mewujudkan kesejahteraan rakyat sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Dasar 1945.” Inilah pengertian SKN yang disebutkan di halaman 2 – 3 dari SKN 2009. Jika dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Milenium, tujuan pembangunan kesehatan mencakup target-target MDG 4, 5 & 6 berikut:

  1. Menurunkan Angka Kematian Balita hingga dua-pertiga dalam kurun waktu 1990-2015 (Target 4A)
  2. Menurunkan Angka Kematian Ibu hingga tiga-perempat dalam kurun waktu 1990-2015. (Target 5A).
  3. Mulai menurunkan jumlah kasus baru HIV/AIDS, Malaria & penyakit utama lainnya hingga tahun 2015. (Target 6A, B & C)

Target-target ini merupakan output dari penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Untuk menghasilkan output-output ini di daerah diperlukan bentuk dan cara penyelenggaraan pembangunan kesehatan sbb:

  • Subsistem Upaya Kesehatan dioperasionalkan sebagai sistem-sistem Surveilans – Respons (SR) dari penyakit-penyakit yang terkait dengan pencapaian target-target tersebut.
  • Lima Subsistem SKN lainnya yang dioperasionalkan berdasarkan kebutuhan Sistem-Sistem S-R.

Sistem S-R t.d. fungsi-fungsi pokok berikut: Deteksi & Tindakan, Registrasi; Konfirmasi Lab/Epid; Pelaporan; Pengolahan & Pentafsiran; Respons Cepat; Respons Terencana; dan, Umpanbalik. Masing-masing fungsi pokok ini membutuhkan biaya, SDM, Sediaan Farmasi dst. Dengan kata lain subsistem upaya kesehatan (sebagai Sistem S-R dari suatu penyakit/pencederaan prioritas) disilang dengan dengan lima subsistem yang lain.

Sel kiri atas diisi keterangan pengenal berikut:

a = Penyakit/Pencederaan Prioritas

b = Primordial, Primer, Sekunder atau Tersier.

Untuk setiap penyakit/pencederaan prioritas lima matriks berikut diisi pada waktu merancang SKD:

  1. Sistem S-R untuk lingkungan biologis, fisik dan sosial.
  2. Sistem S-R untuk agent.
  3. Sistem S-R untuk inang Resiko Tinggi.
  4. Sistem S-R untuk inang Sub-klinis (untuk penyakit khronis).
  5. Sistem S-R untuk inang Klinis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s