Penilaian Kritis Makalah Penelitian

Di dalam berkala ilmiah ada tiga macam makalah ilmiah – makalah konseptual, makalah tinjauan dan makalah penelitian. Ketiga jenis makalah ini saling melengkapi. Makalah konseptual memuat proposisi (pernyataan hubungan antara dua atau lebih konstruk) atau teori (himpunan proposisi) yang digunakan untuk menjawab masalah-masalah penelitian. [Contoh: Ribera, J.M, Hausmann-Muela, S., D’Alessandro, U., Grietens, K.P. (2007) Malaria in Pregnancy: What Can the Social Sciences Contribute? PLoS Medicine, Volume 4, Issue 4. Diperoleh 9 Desember 2009 dari www.plosmedicine.org]. Ada juga makalah konseptual yang mengusulkan penyempurnaan dari suatu proposisi/teori berdasarkan penilaian kritis (critical appraisal) penelitian-penelitian yang menggunakan proposisi/teori tersebut. Makalah tinjauan menelaah penelitian-penelitian yang menjawab suatu masalah penelitian atau yang didasarkan atas suatu proposisi/teori. [Contoh: Gamble, C., Ekwaru, P.J., Garner, P., ter Kuile, F.O. (2007) Insecticide-Treated Nets for the Prevention of Malaria in Pregnancy: A Systematic Review of Randomized Controlled Trials. PLoS Medicine, Volume 4, Issue 3. Diperoleh 9 Desember 2009 dari www.plosmedicine.org] Makalah tinjauan yang lengkap mengemukakan rekam jejak dari suatu proposisi/teori, yaitu sejak pertama kali diperkenalkan dalam bentuk awal, penyempurnaan-penyempurnaan yang dialami sepanjang perjalanannya sampai saat ini dan penelitian-penelitian yang berperan dalam penyempurnaan-penyempurnaan tsb. Sedangkan makalah penelitian melaporkan hasil penelitian yang didasarkan atas proposisi/teori dan menyimpulkan hasilnya mendukung atau menggugurkan proposisi/teori tersebut.

Walaupun suatu makalah penelitian diterbitkan oleh berkala ilmiah taraf internasional, dan dengan demikian telah dikoreksi dan diedit melalui proses yang panjang oleh para ahli terkait dan editor dari berkala ilmiah yang bersangkutan, pembaca makalah penelitian sebaiknya tidak begitu saja menerima kesimpulan yang dibuat oleh para penulis. [Lihat makalah Young, N.S., Ioannidis, J.P.A., Al-Ubaydli, O. (2008) Why Current Publication Practices May Distort Science. PLoS Medicine, Volume 5, Issue 10. Diperoleh 9 Desember 2009 dari www.plosmedicine.org] Kesimpulan bahwa hasil penelitian mendukung hubungan antara konstruk-konstruk yang diusulkan proposisi tidak logis jika butir-butir berikut tidak dipenuhi/disebutkan:

  1. Hubungannya kuat (r ≥ rMin).
  2. Bukan hubungan semu. Hubungan semu dapat terjadi jika ada: a. Kesalahan dalam pengumpulan data (alat/metoda tidak valid, penggunaan alat/metoda tidak reliabel, subyek penelitian tidak tepat); b. Kesalahan dalam pengolahan data (sampel terlampau kecil, teknik statistika diskriptif dan inferensial yang tidak sesuai skala dan asumsi distribusi sampling/data tidak dipenuhi); dan, c. Kesalahan dalam penafsiran data (variabel-variabel penyulit diabaikan sehingga mengganggu validitas internal atau terlalu dikendalikan sehingga mengganggu validitas external).
  3. Untuk proposisi hubungan sebab-akibat, kriteria kausal lain dipenuhi (konsistensi, kekhususan, temporalitas, koherensi dsb).

Tidak ada (makalah) penelitian yang betul-betul sempurna. Yang lebih penting ialah memahami kelemahan-kelemahannya dan memanfaatkan bagian-bagiannya yang kuat. Latihan menilai secara kritis makalah penelitian dapat diadakan melalui kegiatan Journal Club, yang dijalankan secara progresif dan konsisten.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s