Selamat Datang MenKes Yang Baru! (2)

Siapa pun menteri kesehatannya harapannya tetap sama, yaitu bahwa yang bersangkutan mempunyai wawasan yang seimbang. Seimbang dalam hal nasionalisme dan internasionalisme, pro-rakyat dan pro-bisnis,  paradigma sehat dan paradigma sakit, pengendalian penyakit menular dan pengendalian penyakit tidak menular, akreditasi external RS dan audit klinik, dst. Seorang menteri, sebagaimana semua pemimpin, sebaiknya mempunyai sense of proportion, yaitu kemampuan untuk menilai apa yang terpenting dalam setiap keadaan. Tanpa kesanggupan ini di tingkat puncak pengaruh negatifnya besar di tingkat-tingkat bawah. Sebagai contoh, sebagai akibat dari sikap pro-rakyat yang tidak proporsional, JamKesMas disalahgunakan oleh rakyat dan kegiatan-kegiatan di unit-unit pelaksana teknis pusat, dan unit-unit pelaksana teknis daerah yang dana operasionalnya berasal dari APBN, harus menghentikan, membatalkan atau mengurangi sejumlah kegiatan karena uangnya dialihkan untuk menutup kekurangan yang diakibatkan oleh membengkaknya pengeluaran JamKesMas. Mudah-mudahan di dalam jangka waktu lima tahun ke depan ibu Menteri Endang Rahayu Sedyaningsih juga memberi perhatian yang proporsional, sesuai dengan keadaan, kepada pengendalian penyakit-penyakit tidak menular (tidak berat sebelah ke pengendalian penyakit-penyekat menular), kepada peningkatan mutu berkesinambungan melalui peer review di masing-masing rumah sakit (tidak terlalu mengandalkan akreditasi rumah sakit), dst.

Sebenarnya, kalau ibu Menteri ingin meninggalkan pengaruh yang berguna diharapkan selama jangka waktu lima tahun ke depan beliau menciptakan Departemen Kesehatan yang kebal terhadap selera-selera atau bias-bias menteri-menteri kesehatan berikutnya. Caranya? Tabel berikut menunjukkan ciri-ciri petugas, tugas dan organisasi yang dapat menjadi substitute (yang mengurangi kebutuhan akan seorang pemimpin) atau neutralizer (yang menetraliser atau yang berlawanan dengan perilaku kepemimpinan), baik untuk gaya kepemimpinan consideration (orientasi hubungan baik) maupun structuring (orientasi tugas). (Diperoleh tanggal 5 November 2009 dari http://cbae.nmsu.edu /~dboje/teaching/338/situation_and_contingency.htm)

Subst Leadership

Ini tidak berarti bahwa menteri-menteri yang berikut tidak diperlukan. Yang sebaiknya mereka lakukan ialah memperkuat lebih lanjut ciri-ciri tersebut di atas. Sehingga, siapapun menterinya Departemen Kesehatan mampu melaksanakan tugas utamanya dengan baik, yaitu merumuskan kebijakan-kebijakan dan protap-protap yang mengantisipasi kebutuhan masyarakat dan mengikuti perkembangan teknologi. Departemen Kesehatan juga bertugas melatih Dinas-Dinas Kesehatan Provinsi supaya dapat melaksanakan tugas utamanya sebagai pembimbing teknis Dinas-Dinas Kesehatan Kabupaten. Tujuan dari pelatihan dan pembimbingan teknis tersebut ialah menciptakan Dinas-Dinas Kesehatan dan UPTD-UPTD yang kebal terhadap selera-selera dan bias-bias pemimpin-pemimpin formal mereka, yang datang dan pergi setiap saat. Dalam organisasi organik (yang menghadapi lingkungan yang dinamis dan penuh gejolak) pemimpin-pemimpin informal harus lebih berperan supaya lebih efektif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s