Mengapa Proyek-Proyek Kesehatan Gagal

Keberhasilan proyek-proyek kesehatan yang dibiayai dengan dana pinjaman atau bantuan luar negeri sulit dinilai berdasarkan indikator-indikator outcome  (e.g., angka-angka kasus kematian, kecacatan, kesakitan, dan resiko tinggi) karena rancangan evaluasi proyek tidak valid (lihat artikel Rancangan Evaluasi Proyek https://rossisanusi.wordpress.com/?s=rancangan). Hal ini terjadi karena pihak yang diberi tugas untuk mengevaluasi proyek tidak dilibatkan pada tahap perancangan. Namun, kalau dinilai berdasarkan kelangsungan intervensi-intervensi yang diujicobakan boleh dikatakan sebagian besar proyek gagal. Setelah proyek selesai, dan dana proyek berhenti mengalir, kegiatan-kegiatan inovatif berhenti dan petugas-petugas kesehatan kembali ke praktek-praktek semula.

Maksud dari meminjam atau menerima dana luar negeri adalah untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat melalui cara-cara yang lebih efektif, efisien dan efikasius dalam pengendalian penyakit. Konsultan-konsultan dalam dan luar negeri diundang oleh bank internasional (misalnya, ADB, WB), dengan dana hibah bantuan teknis, untuk merancang proyek. Atau organisasi sponsor luar negeri (misalnya, WHO, AusAID, IDRC) mempunyai konsultan-konsultannya sendiri untuk merancang proyek. Para konsultan ini diharapkan mengusulkan intervensi-intervensi yang memecahkan akar penyebab dari masalah-masalah dalam pengendalian penyakit. Kegagalan proyek biasanya mulai di tahap ini, karena konsultan-konsultan tersebut tidak menemukan akar penyebab masalah atau, bila mengetahui akar penyebab masalah, tidak menggunakan konsep yang tepat untuk mengkoreksinya. Pada umumnya mereka mengusulkan intervensi-intervensi yang sedang populer digunakan di tempat-tempat lain, yang belum tentu mempunyai pijakan teoretis dan empiris yang berkembang secara progresif.

Penyebab lain dari kegagalan proyek adalah sikap mental para birokrat di tingkat pusat dan tingkat daerah. Ada yang menganggap dana pinjaman/ bantuan sebagai pengganti dana operasional rutin (bukan untuk ujicoba intervensi-intervensi inovatif). Kadang-kadang ada sikap angkuh yang menghalangi penerimaan gagasan-gagasan baru atau sikap sebagai penguasa yang mempunyai wewenang untuk merubah dengan seenaknya intervensi-intervensi proyek.

Di daerah sasaran proyek seringkali dijumpai sikap tidak mau terlibat di dalam proyek-proyek yang dikelola departemen atau direktorat jenderal lain, atau sikap enggan menyimpang dari apa yang sudah biasa dilakukan. Intervensi-intervensi yang sudah diujicobakan berhenti dengan berakhirnya proyek karena tidak ada lagi honorarium-honorarium untuk rapat-rapat, panitia-panitia dan tugas-tugas yang dikaitkan dengan proyek. Proyek-proyek yang memerlukan dukungan masyarakat (i.e., proyek-proyek ”pemberdayaan masyarakat’) seringkali tidak jalan karena akar permasalahan di masyarakat atau tradisi-tradisi tidak dipahami.

Untuk mengatasi persoalan ini sebaiknya DinKes Provinsi (sebagai pembimbing teknis) yang merancang proyek-proyek yang meningkatkan kemampuan mengendalikan penyakit-penyakit prioritas dari DinKes Kab/Kota (dan UPTD-UPTDnya). Kelompok JabFung UKP (e.g., tenaga ahli di bidang-bidang ilmu kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, farmasi) bekerjasama dengan Kelompok JabFung UKM (e.g., tenaga ahli di bidang-bidang ilmu manajemen, Surveillance-Response, epidemiologi, MonEv) menyusun usulan-usulan proyek. Dana untuk membiayai proyek-proyek ini dapat berasal dari Pemerintah Pusat, Pemerintahan Daerah atau dari masyarakat. Prakarsa untuk mengadakan proyek sebaiknya datang dari DinKes Provinsi berdasarkan kebutuhan DinKes-DinKes Kab/Kota di wilayah kerjanya. Dengan demikian proyek-proyek inovatif ini menjadi sarana bimbingan teknis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s