Pedagogi & Andragogi

Secara umum, Pedagogi adalah ilmu dan seni mendidik anak-anak dan Andragogi adalah ilmu dan seni mendidik orang dewasa. Penekanannya bukan pada anak-anak atau orang dewasa, dalam arti usia biologis, tetapi pada mendidik. Seorang pendidik (guru, dosen/mahaguru) sebaiknya menggunakan keduanya tergantung dari tingkat kemauan dan kemampuan peserta-didik (murid/siswa, mahasiswa). Pada saat tingkat kemampuan dan kemauan murid rendah guru yang bertanggungjawab mengelola berbagai pengalaman mengajar-belajar (PMB) yang meningkatkan keduanya. Makin tinggi tingkat kemauan dan kemampuan murid makin banyak wewenang diberikan kepada murid untuk mengelola PMBnya. Dengan menggunakan ilmu dan seni mendidik guru akan beralih secara bertahap dari memberi instruksi ke motivasi dan konsultasi sampai kepada mendelegasi. Ilmu memberi instruksi, motivasi, konsultasi dan delegasi dapat dipelajari. Untuk menerapkannya dibutuhkan seni mendidik, yaitu kepekaan terhadap kemampuan dan kemauan masing-masing peserta didik, di berbagai saat dan keadaan.

Pada pertemuan-pertemuan awal guru memberikan instruksi kepada murid tentang materi yang harus dipelajari, di mana ia dapat memperolehnya, bagaimana memperlajarinya, dan bagaimana penguasaan materi tersebut akan diujikan. Materi yang bersumber dari guru dapat diberikan secara cetak melalui lembar-bagi (hand-out) atau secara elektronik melalui situs jaringan (web) atau buku-harian jaringan (web log atau blog). Pertemuan-pertemuan yang berikut sebaiknya digunakan untuk tanya-jawab, tidak hanya untuk memantau kemampuan dan kemauan murid, tetapi juga untuk memberikan konsultasi (memberikan alternatif jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan) dan motivasi (mendorong mencari jawaban terhadap petanyaan-pertanyaan). (Lihat metoda Socratik) Sangat tidak efisien jika waktu tatap muka digunakan untuk mendikte materi. Pencarian materi dapat dilakukan di perpustakaan cetak/elektronik dan di jaringan (perpustakaan) elektronik. Pada pertemuan-pertemuan akhir murid diberi kesempatan untuk merencanakan, melaksanakan dan menilai PMBnya sendiri melalui PMB kontrak belajar. PMB ini yang sesungguhnya merupakan PMB pilihan, bukan mata pelajaran/kuliah yang dipilih untuk diikuti/tidak. KBK secara keseluruhan diatur oleh sekolah/perguruan tinggi. Namun di dalam setiap modul disusun PMB-PMB yang memperhatikan tahap-tahap tingkat kemampuan dan kemauan peserta didik. Pada akhir modul peserta didik diharapkan memperlihatkan kompetensi minimal (yang dituntut profesi) dan kompetensi maksimal (yang diinginkan individu).

Malcolm Shepherd Knowles (1913 – 1997), tokoh pendidikan dari AS, mempopulerkan istilah-istilah pedagogi dan andragogi. Secara harafiah pedagogi dan andragogi berarti menuntun anak dan menuntun laki-laki (orang dewasa). (Diperoleh tanggal 22 Sept 2009 dari: http://www.infed.org/thinkers/et-knowl.htm) Ki Hajar Dewantara (18891959) menjelaskan dari arah mana pendidik menuntun: ing ngarsa sung tulada (di depan  seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik), ing madya mangun karsa (di tengah guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan). (Diperoleh 22 Sept 2009 dari: http://id.wikiquote.org/wiki/Ki_Hajar_Dewantara)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s