RenStra & RenTik

Tactics is knowing what to do when there is something to do. Strategy is knowing what to do when there is nothing to do.”  (Savielly Tartakover – Grand Master Catur dari Polandia)

RePeLiTa-RepeLiTa pada masa pemerintahan Presiden Suharto merupakan contoh strategi yang dirumuskan oleh para teknokrat di BaPeNas ketika tidak ada yang dilakukan (atau yang dilakukan tidak memadai) untuk mengangkat bangsa Indonesia ke tingkat kemakmuran dan kesejahteraan yang lebih tinggi. Kementerian-Kementerian menyampaikan strategi pembangunan ini ke seluruh Propinsi dan Kabupaten di Indonesia melalui masing-masing KanWil-nya, yang menjabarkannya menjadi taktik-taktik pembangunan yang sesuai dengan keadaan setempat. Taktik-taktik ini kemudian dilaksanakan oleh Dinas-Dinas terkait di masing-masing daerah. Lengsernya Presiden Suharto diikuti dengan lengsernya RePeLiTa-RePeLiTa. Pemerintahan-pemerintahan daerah yang tiba-tiba mendapat angin desentralisasi merasa tidak lagi membutuhkan KanWil-KanWil dari pemerintahan pusat.

Kebutuhan akan strategi dapat dipuaskan sementara dengan pemahaman bahwa setiap organisasi harus mempunyai Visi dan Misi, yang diterapkan mulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat pelaksana. Hampir di semua unit pelayanan dipasang papan yang bertuliskan Visi dan Misi dengan kalimat-kalimat ”angin sorga”, yang hanya dilirik satu-dua kali oleh petugas yang memberi pelayanan dan tidak begitu dipahami atau dicemooh oleh masyarakat yang dilayani. Selain tidak terkoordinasi Visi dan Misi juga tidak (dapat) dijabarkan menjadi praktek-praktek memberikan pelayanan yang lebih bermanfaat. Untuk mengisi kekosongan ini kemudian diperkenalkan konsep RenStra yang juga dengan cepat menyebar mulai dari pusat sampai ke unit-unit pelaksana, baik pemerintah maupun swasta.

Supaya RenStra-RenStra sektoral ini tidak saling bertabrakan (antar instansi, antar daerah dan antara pemerintahan pusat dan pemerintahan kabupaten), dan supaya mencakup semua teknologi yang terbukti berguna, sebaiknya RenStra dirumuskan di pemerintahan pusat saja oleh pemikir-pemikir Nasional yang paling kompeten di BaPeNas dan Departemen-Departemen. BaPeDa, Dinas-Dinas dan unit-unit pelaksana teknis lebih baik membuat RenTik (Rencana Taktik). RenStra memberi tahu apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan pembangunan, tetapi RenTik diperlukan untuk merealisasikannya menjadi tindakan.

Sebagai contoh, salah satu strategi mengendalikan penyakit adalah: (1) membatasi jumlah penyakit yang akan dikendalikan dan yang mampu ditangani (manageable), i.e., penyakit-penyakit masih dan menjadi prioritas (emerging diseases); (2) mereduksi Angka2 Insidensi, Prevalensi, Kecacatan & Kematian melalui UKP (swasta dan pemerintah) Kasus Simptomatik, Kasus A-Simptomatik (untuk penyakit khronis) & Kasus ResTi dan melalui manajemen lingkungan (Lintas Sektor); (3) mengkaitkan UKP dengan UKM (= Respons Segera & Respons Terencana) melalui surveilans aktif; (4) meningkatkan mutu surveilans melalui suatu Unit Pendukung Surveilans (atau Seksi Surveilans yang direorientasi perannya) di DinKes Kab/Kota; (5) mendeseminasi data surveilans ke para pembuat keputusan (Bupati/Walikota, Ka DinKes Kab/Kota, Kepala Dinas-Dinas terkait, dan Ka PusKesMas) melalui buletin elektronik harian yang diterbitkan Unit Pendukung Surveilans; dan, (6) mengkoordinasi staf struktural (untuk efektivitas dan efisiensi program) dan staf fungsional (untuk validitas deteksi kasus dan efikasi intervensi) DinKes Kab/Kota. Seharusnya Ka DinKes Kab/Kota, sebagai pelaksana upaya pengendalian penyakit, membuat RenTiknya yang sesuai dengan keadaan setempat. Seandainya perumus-perumus RenStra di pusat menyusun strategi seperti di atas, dan seandainya DinKesProv mengambil peran sebagai Change Agent (karena pemerintahan kabupaten/kota tidak mau diperintah oleh pemerintahan provinsi) diperlukan juga RenTik supaya Ka DinKes Kab/Kota mau mengadopsi strategi tersebut dan mampu merealisasikannya menjadi tindakan nyata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s