Mengidentifikasi Kompetensi-Kompetensi Profesi

Mengidentifikasi Kompetensi-Kompetensi Profesi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) merupakan suatu keharusan bagi perguruan tinggi yang menginginkan lulusannya siap pakai di profesinya. Program Pendididikan Kebidanan, misalnya, yang mempunyai misi mendidik bidan-bidan yang mempunyai kompetensi yang sesuai dengan peran, fungsi dan tugas bidan, mau tidak mau harus menggunakan KBK. Karena melalui KBK semua Pengalaman Mengajar Belajar (PMB) dikerahkan ke arah penguasaan kompetensi minimal profesi bidan, tidak hanya sampai kepada penguasaan pengetahuan, keterampilan motorik dan sikap mental (PMS) dari berbagai bidang ilmu. KBK memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mewujudkan PMS menjadi tindakan nyata dalam berbagai peran dari profesi yang bersangkutan.

Langkah pertama dalam merancang KBK ialah mengidentifikasi kompetensi-kompetensi minimal yang harus dimiliki peserta didik pada waktu lulus dari perguruan tinggi. Langkah ini dapat dilaksanakan dengan menganalisis pekerjaan profesi dari ProDi yang bersankutan. Semua peran, fungsi dan tugas dari profesi tersebut harus diidentifikasi terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan secara internal dengan dosen-dosen jika banyak di antara mereka sudah cukup lama, dan masih, mempraktekkan profesi ProDi tersebut. Kepada kelompok dosen ProDi Kebidanan, misalnya, dapat ditanyakan tiga pertanyaan berikut: (1) Ketika menjalankan profesinya bidan melayani siapa dan sebagai apa dalam UKP dan UKM?; (2) Untuk melakukan apa?; dan, (3) Bagaimana caranya? Jawaban terhadap masing-masing pertanyaan, secara berturut-turut, merupakan Peran, Fungsi dan Tugas Bidan. Dalam UKP seorang bidan dapat berperan sebagai Petugas KB ketika melayani WUS, sebagai petugas klinik antenatal ketika melayani ibu hamil; sebagai penolong persalinan ketika melayani ibu bersalin, dan sebagai perawat asuh nifas ketika melayani ibu nifas. Dalam UKM seorang bidan dapat berperan sebagai: (a) petugas surveilans kesehatan masyarakat ketika mendeteksi, meregistrasi dan melaporkan kasus klinis, sub-klinis dan resiko tinggi KIA; (b) pembimbing teknis ketika menyelia bidan di desa atau penolong persalinan tradisional; dan, (c) pejabat fungsional ahli (atau terampil untuk lulusan D3) KIA ketika merancang deteksi dan respons faktor-faktor resiko penyakit-penyakit prioritas KIA.

Untuk masing-masing peran tersebut kelompok dosen ProDi kemudian mengidentifikasi fungsi-fungsi dari masing-masing peran. Sebagai seorang petugas KB, misalnya, bidan (1) memberikan penyuluhan KB dan (2) memberikan pelayanan kontrasepsi. Selanjutnya, untuk masing-masing fungsi dapat diidentifikasi tugas-tugas. Misalnya, pada waktu berfungsi sebagai penyuluh KB, bidan (a) menjelaskan faktor-faktor resiko dari penyakit-penyakit KIA dengan angka-angka kesakitan dan kematian yang tinggi, (b) menjelaskan cara-cara mengatasi faktor-faktor resiko tersebut, (c) menggunakan metoda dan bahan/alat yang sesuai dengan topik dan peserta penyuluhan dan (d) mengevaluasi daya-guna penyuluhan.

Fungsi-fungsi, dengan masing-masing tugas-tugasnya, yang telah diidentifikasi dapat digunakan oleh kelompok dosen untuk merumuskan kompetensi-kompetensi dengan masing-masing subkompetensi-subkompetensinya. Proses identifikasi kompetensi-kompetensi ini hanya dapat dilakukan jika suatu ProDi mempunyai cukup banyak dosen yang telah lama menggeluti profesi yang terkait dengan ProDinya. Perguruan tinggi juga dapat menggunakan standard kompetensi profesi untuk merancang KBK jika organisasi profesi nasional telah merumuskan, dan secara berkala meninjau-ulang, kompetensi-kompetensi minimal profesi. Kompetensi-kompetensi kemudian dipetakan (dibagi-habis) menjadi kurikulum pendidikan. Karena kompetensi adalah perwujudan dari PMS yang terpadu dengan sendirinya PMB dirancang dalam bentuk modul-modul (paket-paket atau unit-unit). Modul-modul tersebut dapat diberi nama sesuai dengan peran-peran profesi. Dan karena sasaran dari masing-masing modul adalah penguasaan sebuah kompetensi minimal (dengan nilai baku B) di masing-masing modul mahasiswa diberi kesempatan untuk mencapai kompetensi maksimal (dengan nilai > B) melalui PMB pilihan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s