Absensi Mahasiswa

 Socrates: “I cannot teach anybody anything, I can only make them think”

Ada peraturan perguruan tinggi (PT) yang mewajibkan mahasiswa menghadiri kuliah. Supaya mematuhi peraturan ini mereka diwajibkan mengisi daftar hadir. Jika jumlah kehadiran kurang dari suatu batas minimum hukumannya dapat berupa tidak boleh mengikuti ujian, mengulang ujian, atau dikurangi nilainya. Untuk menghindari sangsi ini mahasiswa yang absen mengisi daftar presensi setelah kuliah selesai atau meminta bantuan temannya untuk mengisi daftar tersebut. Absensi, atau presensi, mahasiswa sebaiknya digunakan untuk menilai mutu dosen yang memberi kuliah, tidak untuk menilai atau menghukum mahasiswa. Jika kuliah seorang dosen memang layak dihadiri dengan sendirinya mahasiswa akan hadir.

 Menjadi dosen tidak berarti harus memberi kuliah. Dosen dapat menyiapkan dan menyediakan berbagai bentuk pengalaman mengajar-belajar (PMB) yang sesuai dengan masing-masing kompetensi minimal yang harus dikuasai mahasiswa dan kompetensi maksimal yang mungkin dicapai mahasiswa. Kuliah hanya salah satu PMB, dan sebaiknya digunakan untuk mendorong mahasiswa supaya berpikir (= mencapai kompetensi maksimal). Dosen yang mampu menginspirasi mahasiswa hanyalah dosen yang sudah menjadi ”spesialist” suatu masalah, yang telah cukup banyak berpikir tentang masalah tersebut melalui meneliti dan menulis. Dosen yang baru saja bekerja di PT sebaiknya menjadi ”generalist” terlebih dahulu, memfasilitasi proses belajar mahasiswa untuk menguasai kompetensi minimal. Dia dapat berperan sebagai instruktur praktikum, fasilitator kelompok belajar berdasar masalah, pembimbing belajar mandiri (PMB pilihan), dan penyedia materi dasar KBK.

Selain absensi mahasiswa ada indikator lain untuk menilai mutu suatu unit (modul/paket) PMB. Beberapa contoh: melacak informasi lebih lanjut, membuat/melengkapi filing system pribadi, mengerjakan proyek individu, mengirim tulisan/tinjauan ke media masa/berkala, bekerjasama dengan mahasiswa lain (collaborative/cooperative learning). Semua perilaku mendekat ke/menjauh dari suatu unit PMB valid untuk menilai mutu jika mahasiswa merasa pasti bahwa mereka tidak dihukum berdasarkan indikator-indikator tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s