Memfungsikan Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok JabFung di hampir semua DinKes Prov dan Kab/Kota tidak berfungsi dan di beberapa daerah bahkan dihapus. Sumber utama dari kemacetan ini terletak di struktur organisasi. Struktur organisasi yang dibuat PemDa-PemDa atau yang disarankan Pemerintah Pusat tidak menyebutkan Kelompok JabFung atau tidak memperlihatkan hubungan kewenangan antara Ka DinKes dan kelompok ini. KepMenKes 267/2008, misalnya, di satu pihak menyatakan bahwa setiap pegawai bertanggung jawab kepada Ketua Kelompok JabFung dalam hal profesionalisme kerjanya tetapi di lain pihak menyatakan bahwa Ketua Kelompok JabFung bukan jabatan struktural. Supaya dapat disupervisi, Ka DinKes seharusnya mempunyai hubungan lini (hubungan vertikal/ struktural; wewenang memberi perintah dan meminta pertanggung-jawaban) dengan Ketua Kelompok JabFung. Supaya dapat memberi masukan dan dukungan teknis, Ketua Kelompok JabFung harus mempunyai hubungan staf (hubungan horisontal/fungsional; wewenang memberi saran/mensupervisi dalam hal teknis) dengan Kepala UPT operasional. Hal ini dapat direalisasi jika ada bidang fungsional di samping bidang struktural. Dengan kata lain, Kelompok JabFung DinKes sebaiknya dijadikan bidang, lengkap dengan seksi-seksinya (lihat tulisan lain dalam blog ini: Haruskah Organisasi DinKes Kab/Kota Mencerminkan Organisasi DinKes Prov?)

Sumber kemacetan yang lain adalah SDM dari Kelompok JabFung. Staf bidang struktural membantu Ka DinKes dalam hal menciptakan organisasi yang efektiv dan efisien. SDM yang diperlukan adalah manajer-manajer yang kompeten dalam hal logistik. Staf bidang fungsional seharusnya membantu Ka DinKes dalam hal menciptakan organisasi yang efikasius (berdaya-guna). Yang diperlukan adalah ahli-ahli yang kompeten dalam hal logik, yang mampu memberi saran/mensupervisi dalam hal validitas pengumpulan data dan pemberian tindakan kepada staf fungsional yang bekerja di UPT operasional. PemDa sebaiknya menempatkan dan merekrut pegawai yang ahli dan terampil untuk mengisi jabatan-jabatan fungsional.

Hambatan yang paling sering disebut ialah dana. PemDa tidak mampu/mau memberikan tunjangan fungsional untuk staf Kelompok JabFung dan dana untuk melaksanakan penelitian-penelitian/proyek-proyek fungsional. Mengenai hal yang pertama sebaiknya dipertimbangkan kenyataan bahwa banyak program yang mungkin efektif dan efisien tetapi tidak valid atau efikasius. (Lihat tulisan lain dalam blog ini: Tamiflu: Obat atau Vaksin) Permasalahan yang kedua sama dengan masalah yang dihadapi perguruan tinggi, yaitu memisahkan darma meneliti dari darma melayani, yang sebenarnya dapat diatasi dengan mengintegrasikan pelayanan dan penelitian. Sebagai contoh, jika pemerintah telah memutuskan pengadaan dan penggunaan Tamiflu sebagai obat staf Kelompok JabFung menggunakan kesempatan ini untuk mengamati efikasinya. (Lihat Oseltamivir Randomised Controlled Efficacy Trial di http://clinicaltrials.gov/ct2/show/ NCT00707941)

Hambatan yang berikut juga seperti yang dialami oleh perguruan tinggi, yaitu pemalsuan laporan penelitian. Masalah ini dapat diatasi jika saran yang pertama diterapkan, yaitu ada hubungan lini dari Ka DinKes ke Kelompok JabFung (= bidang fungsional) dan Ka DinKes memahami kompetensi bidang  fungsional (i.e., berorientasi pada pelayanan, berorientasi pada kualitas, berpikir analitis, berpikir konseptual, keahlian teknikal/profesional/manjerial). Laporan-laporan penelitian staf fungsional juga cukup diperiksa oleh Ka DinKes untuk mendapatkan nilai kredit kenaikan pangkat jika yang dianalisis dan dilaporkan adalah data yang dihasilkan Upaya Kesehatan Perorangan dan BimTek rutin dan uji-coba. (Lihat tulisan lain dalam blog ini: Memfasilitasi Penulisan KTI/Skripsi)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s