Surveilans Penyakit Tidak Menular

Yang diduga sebagai penyebab dari penyakit tidak menular (PTM) tidak memenuhi semua kriteria kausasi, terutama spesifisitas. Tidak semua orang yang merokok menderita kanker paru, dan tidak semua orang yang menderita kanker paru merokok. Lagipula merokok bukan penyebab langsung dari kanker paru. Mungkin lebih tepat menganggap kombinasi dari berbagai zat kimia dalam asap rokok sebagai penyebab langsung, atau agent, dari kanker paru. Merokok merupakan faktor resiko (FR) yang meningkatkan pemaparan dari perokok dan orang-orang di sekitarnya (terutama di ruangan berAC atau yang kurang ventilasinya) terhadap zat-zat kimia tersebut. FR external lain adalah pemaparan terhadap zat-zat karsinogenik di rumah/sekolah/tempat kerja, dan KAP mengenai kanker paru/kanker pada umumnya. Di samping itu mungkin ada FR internal yang meningkatkan kerentanan terhadap agent penyakit tersebut (e.g., status genetik). FR merupakan penyebab tidak langsung dari penyakit, yang tidak berkorelasi sempurna (r ≤ 1.00) dengan kejadian penyakit.

Lain halnya dengan penyakit menular (PM), penyebab langsungnya (i.e., bakteri, virus, jamur atau parasit) selalu dapat ditemukan pada orang yang didiagnosis pasti menderita penyakit yang bersangkutan. Konsekuensi dari diketahuinya penyebab langsung penyakit adalah: (1) diagnosis penyakit disertai penyebabnya dapat ditegakkan dengan pemeriksaan lab, baik pada tahap simptomatik maupun pada tahap a-simptomatik (untuk PM khronis), dan pengobatan spesifik terhadap penyebab penyakit dapat diberikan; dan, (2) surveilans agent penyakit berbasis lab dapat diadakan dan respons UKM yang sesuai dapat diberikan. Hasil surveilans ini memberikan dasar yang lebih rasional tanpa konfirmasi lab bagi para dokter/bidan untuk memberikan terapi dan para manager kesehatan untuk pengadaan obat-obat spesifik.

Diagnosis klinis PTM menyebutkan nama penyakitnya tetapi tidak disertai penyebabnya (e.g., BBLR, solusio plasenta, kanker kolon, stroke) dan terapi obat atau pembedahan  dilakukan untuk menghilangkan/mengurangi simptomnya dan untuk mencegah komplikasi, kecacatan dan kematian, tidak untuk menghilangkan penyebab sesungguhnya. Dan karena agent penyakit tidak diketahui maka surveilans agent juga tidak ada. Namun, sama seperti pada PM, tindakan bisa diberikan kepada kasus-kasus ResTi dan program-program lintas sektor bisa dibuat untuk menghilangkan/mengurangi FR-FR. Untuk PTM khronis diagnosis dini juga bisa dibuat dan tindakan simptomatik dini bisa diadakan.

Surveilans kasus ResTI berguna untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program-program lintas sektor penanggulangan FR-FR PM dan PTM prioritas. Deteksi kasus ResTi perlu digalakkan –  petugas-petugas kesehatan, umum dan swasta, diharuskan untuk menggunakan setiap kesempatan kontak dengan anggota masyarakat (pasien, pengantar dan keluarganya) untuk memeriksa pemaparan dan kerentanan mereka terhadap agent-agent PM dan PTM prioritas. Intervensi UKP (pencegahan primer penjamu) dan UKM (pencegahan promordial lintas sektor) untuk masing-masing FR mampu mencegah beberapa penyakit prioritas sekaligus, meskipun agentagent dari penyakit-penyakit prioritas tersebut tidak/belum diketahui.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s