Belajar Berdasarkan Masalah & Belajar Memecahkan Masalah

Dalam kurikulum terpadu pendidikan profesi kesehatan materi belajar (MB) dapat diintegrasikan dalam modul-modul belajar berdasarkan masalah kesehatan. Di setiap modul mahasiswa menggunakan berbagai pengalaman belajar (PB) untuk mengetahui dan memahami teori-teori dan konsep-konsep yang berkaitan dengan judul/nama modul (e.g., suatu simptom atau suatu penyakit/kondisi). Jika perguruan tinggi yang bersangkutan mempraktekkan belajar yang diarahkan sendiri, atau pengajaran yang berpusat pada mahasiswa, MB dan PB tersebut direncanakan oleh mahasiswa dan fasilitator melalui diskusi-diskusi kelompok. MB dan PB ini (e.g., kuliah, tugas membaca, membuat tulisan, diskusi kelompok) seringkali dilengkapi dengan contoh-contoh menerapkan prinsip-prinsip dalam pembuatan keputusan. Namun, untuk menerapkan sendiri teori-teori dan konsep-konsep yang telah dipelajari sebelumnya mahasiswa membutuhkan PB-PB khusus di masing-masing modul, yaitu tutorial dan praktikum.

PB tutorial bisa dilaksanakan di kelompok diskusi yang telah dibentuk sebelumnya. Dipandu oleh tutor yang berpengalaman dalam praktek profesi mahasiswa belajar memecahkan masalah-masalah upaya kesehatan di atas kertas (paper problems). Masalah kertas UKP (Upaya Kesehatan Perorangan) bisa berupa skenario pasien yang datang dengan simptom atau skenario pasien yang penyakit/kondisinya sudah diketahui. Setelah membahas tatalaksana simptom dan penyakit mahasiswa diarahkan untuk membahas pencegahan dari penyakit(-penyakit) yang bersangkutan. Masalah kertas UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat) bisa berupa skenario distribusi kasus di populasi dan pengendalian cepat penyakit atau skenario angka-angka (rates) kasus di populasi dan perencanaan program-program kesehatan.

Melalui PB praktikum mahasiswa menerapkan teori-teori dan konsep yang telah dipelajari sebelumnya pada masalah-masalah kesehatan nyata. Di setiap modul mahasiswa melakukan pengumpulan data (i.e., anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan lab dan pemeriksaan tambahan) dari pasien sesuai dengan simptom atau penyakit/kondisi yang bersangkutan dan menentukan diagnosis dan tindakan (i.e., pengobatan, pembedahan dan pendidikan), mula-mula pada pasien simulasi di skills lab dan kemudian pada pasien sesungguhnya di tempat kerja (e.g., rumah sakit, puskesmas, praktek swasta, dinas kesehatan). Skills lab lebih tepat dinamakan problem solving lab, karena di lab ini mahasiswa tidak sekedar melatih keterampilan motorik. Untuk mengerjakan pelayanan kesehatan (memeriksa dan melakukan tindakan) diperlukan penerapan pengetahuan dan penujukkan sikap yang sesuai.

Secara harafiah praktikum berarti PB menerapkan teori atau PB pelayanan. Jadi praktikum-praktikum yang bertujuan membantu mahasiswa untuk mengetahui dan memahami teori dan konsep kurang tepat disebut praktikum. Dan tempat yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan PB ini kurang tepat disebut laboratorium, karena laboratorium adalah tempat dimana mahasiswa bekerja (to labor) atau berpraktek. Lab juga dapat dipakai mahasiswa untuk meneliti (to elaborate) jika ia ingin menyelesaikan proyek perorangan (PB pilihan).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s