Masalah Belajar Berdasarkan Masalah

Pengalaman belajar utama dalam kurikulum pendidikan yang Student-centered adalah diskusi kelompok tutorial. Melalui diskusi kelompok tutorial mahasiswa merencanakan pengalaman belajar yang berikut dan saling membantu dalam belajar perorangan. Hal ini dapat terjadi jika ada: (1) pemicu (diskripsi tentang suatu Upaya Kesehatan Perorangan dan/atau Upaya Kesehatan Masyarakat) yang memicu mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan; (2) sekelompok mahasiswa (tidak lebih dari sepuluh) yang mau bekerjasama untuk menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut; dan, (3) tutor yang memfasilitasi upaya mahasiswa untuk menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Pemicu (= trigger) yang dapat memotivasi mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan (= masalah konsep untuk Problem Based Learning) adalah masalah-masalah yang berkaitan dengan pekerjaannya kelak (= masalah praktis untuk Problem Solving). Seorang mahasiswa yang betul-betul ingin menjadi dokter, misalnya, akan tertarik kepada masalah-masalah klinik (gejala/tanda yang ditunjukkan, atau penyakit/kondisi yang sudah diketahui) dari pasien di praktek swasta, pasien gawat darurat di tempat umum/rumah, pasien yang dirawat di rumah/rumah sakit, dan pasien korban kejahatan/bencana. Untuk masing-masing simptom/tanda dan penyakit/kondisi mahasiswa ingin mengetahui definisi operasionalnya, bagaimana mekanisme timbulnya, apa penyebab-penyebabnya, penyakit-penyakit apa yang mempunyai simptom yang bersangkutan atau simptom-simptom apa yang ditunjukkan penyakit/kondisi yang dimaksud, pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan apa yang harus dilakukan, bagaimana mengatasi simptom dan penyakitnya, bagaimana implikasi upaya kesehatan masyarakatnya, dsb.

Mahasiswa sekelompok kemudian mengidentifikasi pengalaman dan sumber belajar yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Masing-masing bagian dari perguruan tinggi yang bersangkutan menyediakan berbagai pengalaman belajar yang bisa dimanfaatkan mahasiswa. Ada yang sudah tersedia (dikemas dalam bentuk modul/paket), ada yang harus diadakan, dan ada yang harus didatangkan dari luar. Mahasiswa membagi tugas mencari jawaban dan berbagi hasil penemuan jawaban. Jawaban yang diperoleh digunakan oleh masing-masing mahasiswa untuk mempersiapkan diri menempuh ujian kompetensi minimal atau untuk memenuhi persyaratan proyek perorangan.

Tugas tutor adalah memfasilitasi mahasiswa mengajukan pertanyaan dan menemukan jawaban, bukan memberi jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang sudah disediakan oleh dosen (= pengajaran yang teacher-centered). Tutor yang ikut tertarik kepada masalah yang sedang dibahas memberi teladan belajar yang diarahkan sendiri (self-directed learning) dan belajar seumur hidup (life-long learning). Seleksi tutor (yang mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi) dan rotasi tutor melalui semua modul bisa dicoba untuk meningkatkan keberhasilan diskusi kelompok tutorial.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s