Skills Lab & Lab Skills

Di Daftar Keterampilan Klinis SKD 2006 (Lampiran 3) terdapat sejumlah keterampilan pemeriksaan, pengobatan dan pembedahan dengan Tingkat Kemampuan 4 (”Mampu melalukan secara mandiri”). Di antaranya ada pemeriksaan fisik yang bersifat sangat pribadi, seperti inspeksi dan palpasi perineum, genitalia laki-laki, genitalia perempuan dan buah dada.  Untuk mencapai tingkat kemampuan ini mahasiswa ”selama pendidikan pernah melihat atau pernah didemonstrasikan keterampilan ini, dan pernah menerapkan keterampilan ini beberapa kali di bawah supervisi serta memiliki pengalaman untuk menggunakan dan menerapkan keterampilan ini dalam konteks praktik dokter secara mandiri”. Untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pasien mahasiswa disiapkan sebelumnya melalui berbagai pengalaman belajar keterampilan klinis di skills lab. Mulai dari memperhatikan media/alat mengajar yang berisi pengetahuan tentang keterampilan yang bersangkutan (i.e., prinsip, indikasi, cara melakukan, komplikasi), melakukan pada mannequin/dummy, sampai kepada melakukan pada sesama mahasiswa dan pasien simulasi. Setelah itu mahasiswa melalui pengalaman belajar dengan pasien sesungguhnya di unit rawat jalan secara progresif: mulai dari memperhatikan demonstrasi oleh tutor (dokter yang bertugas), melakukan di bawah supervisi tutor, sampai kepada melakukan secara mandiri.

Selain keterampilan klinis berupa anamnesis dan pemeriksaan fisik mahasiswa juga diwajibkan menguasai beberapa keterampilan pemeriksaan laboratorium (lab skills) Tingkat Kemampuan 4. Di halaman 105 SKD 2006 disebutkan keterampilan praktik umum dalam hal pemeriksaan lab darah (finger prick, sedimentation rate, Hb, blood glucose concentration, monospot test), urine (protein, glucose, bile, blood, urine culture, pregnancy test, sputum) dan faeces (occult blood, protozoa, intestinal helminth). Keterampilan pemeriksaan lab ini berkaitan dengan kemampuan membuat diagnosis penyakit-penyakit yang disebutkan di halaman 66 – 67:

  •  Gram-positive cocci: staphylococcal pneumonia
  • Gram-negative cocci: gonorrhea
  • Gram-negative bacilli: UTI, typhoid fever, pertussis, cholera, dysenteri
  • Mycobacterial diseases: Tuberculosis cutis, leprosy
  • Spirochetal: syphilis, yaws
  • Protozoa: malaria, amebiasis
  • Worm infestations

Ini berarti bahwa: (1) mahasiswa harus melalui pengalaman belajar lab skills; dan, (2) dokter di sarana UKP Stratum Pertama (termasuk di sarana praktik umum/swasta) harus melakukan pemeriksaan-pemeriksaan lab yang disebutkan di atas. SKD tidak konsisten dalam hal ini, karena definisinya tentang Tingkat Kemampuan 4 penatalaksanaan penyakit (hal. 44) adalah: “Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan mampu menangani problem itu secara mandiri hingga tuntas”. FK bisa menunjukkan pentingnya melakukan pemeriksaan lab dan mempunyai lab kecil di praktik umum dengan menyediakan pengalaman belajar di lab-lab klinik dasar (simulasi/prototype kamar praktik UKP Stratum Pertama di skills lab).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s