Kurikulum Student-Centered

Perguruan tinggi profesi kesehatan pada umumnya menyatakan bahwa kurikulumnya  Student-Centered. Di pihak lain setiap dan semua mahasiswa diharuskan mengikuti pengalaman belajar yang sama dengan kecepatan yang sama. Perguruan tinggi profesi kesehatan juga menyatakan bahwa kurikulumnya sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter. Di lain pihak mahasiswa bisa memperoleh nilai yang beragam, seringkali tanpa memperhatikan apakah setiap dan semua kompetensi minimal sudah dimiliki. Ini keadaan yang terbalik! Seharusnya pengalaman belajarnya yang beragam dan nilainya yang sama.

Kurikulum yang Student-Centered mengakomodasi kebutuhan dan minat belajar mahasiswa. Masing-masing mahasiswa mempunyai cara dan kecepatan belajar yang bervariasi. Untuk mencapai kompetensi-kompetensi minimal SKD (166 simptom dan 1075 penyakit) perguruan tinggi seharusnya menyediakan pengalaman belajar dan waktu yang beragam. Sedangkan nilai yang diberikan sebagai tanda penguasaan semua kompetensi dalam suatu modul dibuat seragam, misalnya B. Mahasiswa yang belum mendapat nilai B diberi waktu lebih banyak lagi, mungkin dengan pengalaman belajar yang lain, sampai dia menguasai semua kompetensi dari modul yang bersangkutan.

Minat belajar pribadi mahasiswa diakomodasi melalui penguasaan tujuan belajar (learning objectives) tingkat lebih tinggi dari bagian atau bidang ilmu. Kompetensi-kompetensi minimal SKD setingkat dengan dengan tingkat ketiga dari Taxonomy Bloom (i.e., Menerapkan materi belajar pada situasi nyata) dan pengalaman belajar untuk mencapainya dikoordinasi oleh Unit Pendidikan Profesi Kesehatan melalui modul-modul terpadu. Pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar domain kognitif tingkat lebih tinggi (i.e., menganalisis, mensintesis dan menilai materi belajar) diatur oleh bagian-bagian, misalnya melalui proyek penelitian, telaah kritis makalah empirik. Tujuan belajar lebih tinggi ini dirumuskan bersama mahasiswa yang menaruh minat terhadap bidang ilmu yang diampu bagian yang bersangkutan. Nilai yang diberikan bisa lebih dari B sesuai dengan derajat pencapaian tujuan belajar yang telah disepakati.

Kebutuhan dan minat belajar mahasiswa yang bervariasi direncanakan dalam kelompok-kelompok ”tutorial”. Mahasiswa, dibantu oleh fasilitator, mengidentifikasi materi dan pengalaman belajar alternatif/pelengkap untuk mencapai kompetensi minimal dan  mengidentifikasi masalah-masalah penelitian UKP Strata Pertama dan UKM untuk mencapai tujuan belajar lebih tinggi. Kelompok tutorial ini juga dibantu oleh tutor (Dokter RS/Puskesmas/DinKes) untuk diskusi praktek UKP/UKM dan demonstrasi model peran.

Dengan demikian transkrip nilai memuat pernyataan bahwa mahasiswa yang bersangkutan mendapat Nilai B untuk masing-masing kompetensi minimal dan Nilai > B untuk masing-masing proyek individu. Daftar modul (dengan kompetensi-kompetensi yang dicakup masing-masing modul) dan tulisan/publikasi proyek individu dilampirkan pada transkrip.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s