Penelitan Replikasi (1)

Penelitian replikasi (PR) bukan penelitian plagiasi. Penelitian plagiasi adalah penelitian yang mengandung gagasan-gagasan orang lain tetapi tidak menyebutkan sumber gagasan (= plagiasi gagasan) atau yang mengutip tulisan orang lain tetapi tidak memberikan tanda kutip dan tidak menyebutkan sumber kutipan (= plagiasi tulisan). Penelitian plagiasi banyak terjadi karena ada tekanan ”Publish or Perish” – karir terancam jika tidak mengadakan penelitian dan membuat tulisan.

Penelitian replikasi (PR) adalah penelitian yang menjawab masalah penelitian yang sama, yang bertujuan menggugurkan teori yang digunakan di penelitian-penelitian sebelumnya dengan rancangan yang lebih valid. PR tidak dapat dihindari dan wajib dilakukan. Tidak ada penelitian yang betul-betul asli. Setiap peneliti berupaya menjawab masalah penelitian berdasarkan teori yang ada, dan dia akan sangat berjasa bila mampu menggugurkan (merefutasi) teori tersebut dengan rancangan yang lebih kuat. (Lihat tulisan tentang Rancangan Penelitian di https://rossisanusi.wordpress.com/?s=hipotesis+rancangan) Teori yang berhasil digugurkan merupakan pijakan untuk menyempurnakannya. Ada peneliti yang mengadakan PR dengan rancangan yang persis sama (= penelitian imitasi), mungkin karena ia menilai rancangan tersebut cukup valid atau karena dia tidak mempunyai cukup sumberdaya untuk mengadakan penelitian dengan rancangan yang lebih baik. PR dengan rancangan valid yang sampai kepada kesimpulan bahwa teori yang bersangkutan didukung (tidak dapat digugurkan) juga bermanfaat.

Teori terdiri atas proposisi-proposisi yang mengusulkan hubungan antara konstruk-konstruk. Ada proposisi-proposisi yang menunjukkan hubungan korelasi (=kovariasi) dan ada yang menunjukkan hubungan kausasi. Salah satu kriteria kausasi adalah konsistensi –  teori yang bersangkutan makin kuat kedudukannya jika secara konsisten didukung oleh PR. Kriterion kausasi yang lain adalah hubungan korelasi sesungguhnya yang kuat, yaitu korelasi yang tidak semu yang bermakna secara praktis (r ≥ rmin). Bagian terbesar dari penelitian-penelitian berhenti di sekedar menyimpulkan hubungan korelasi yang bermakna (seringkali hanya bermakna secara statistik, yang kadang-kadang juga tidak diperlukan karena tidak ada sampling), tanpa memperhatikan apakah hubungan korelasi tersebut semu atau tidak. Penyebab dari korelasi semu dapat timbul di tahap pengumpulan data, pengolahan data dan penyimpulan hasil pengolahan data. Di setiap tahap bermacam-macam bias mengancam dan biasanya pada tahap pengumpulan data penelitian sudah gugur sebelum dapat menggugurkan teori. (Lihat tulisan “Hipotesis Rancangan Penelitian” dan halaman “Bias” di blog ini)

Oleh karena itu alangkah baiknya jika pendidikan S1 ditekankan pada pengukuran (pengumpulan data), S2 pada pengujian teori dan S3 pada pengembangan teori. Telaah pustaka (critical appraisal) yang makin memudar supaya digairahkan kembali di semua strata pendidikan. Karena dari telaah-telaah ini kita mengetahui teori-teori yang digunakan untuk menjawab berbagai masalah penelitian dan rancangan-rancangan (termasuk metoda-metoda pengumpulan data) yang digunakan para peneliti untuk menggugurkan teori-teori tersebut.

Penelitian Replikasi (2) https://rossisanusi.wordpress.com/2016/11/08/penelitian-replikasi-2/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s