Pengendalian Influenza Babi

Tanggal 11 Juni 2009 kemarin WHO menyatakan bahwa pandemi Influenza Babi (IB) sudah mulai (Tingkat Kewaspadaan naik menjadi 6). Ada 74 negara yang melaporkan 28,774 kasus dengan 144 kematian. Dikatakan tingkat keganasan virusnya ”moderat” dan tingkat kegawatan kebanyakan kasus ”ringan” (tidak memerlukan pengobatan). Selain karena jumlah kasus meningkat, pandemi juga dinyatakan karena separuh dari kasus yang meninggal adalah orang yang biasanya tidak rentan terhadap flu (muda dan sehat sebelumnya) dan karena virus IB mendesak keluar virus flu biasa. Pandemi sebelumnya (Flu Hongkong pada tahun 1968 membunuh sekitar 1 juta orang. Flu biasa membunuh 250,000 – 500,000 setiap tahun. (Diambil tanggal 12 Juni 2009 dari http://news.yahoo.com/s/ap/un_un_swine_flu)

Bagaimana mengendalikan IB? Berdasarkan Perjalanan Alamiah Penyakit (PAP) dari penyakit ini DinKes Kota/Kab dan Dinas2 dari sektor2 terkait perlu merancang program2 berikut:

untitled

  1. Pencegahan Tersier (mengupayakan supaya orang2 yang dideteksi sebagai kasus klinis IB tidak meninggal atau menderita komplikasi): (a) menyiapkan UPK Strata Pertama (Puskesmas dan Praktek Swasta) dengan memberikan bimbingan teknis kepada dokter umum dan bidan/perawat (supaya dapat mengobati kasus2 ringan dan mengenali dan merujuk kasus2 berat); dan, (b) menyiapkan rumahsakit2 untuk merawat kasus2 berat dengan meningkatkan kompetensi SDM, menyediakan obat dan menyediakan bahan (obat) dan alat yang memadai
  2. Pencegahan Sekunder tidak ada karena penyakitnya akut, atau belum ada teknologi yang dapat mendeteksi dini penyakit ini (pada saat proses penyakitnya sudah mulai tetapi gejala klinis belum muncul).
  3. Pencegahan Primer (mengupayakan supaya orang2 yang dideteksi mempunyai resiko tinggi tertular tidak menjadi sakit). Pada keadaan pandemi mungkin semua orang yang hidup di, atau yang bepergian ke, daerah2 yang lebih dingin, dapat dinyatakan sebagai orang2 ResTi IB. Upayanya: (a) meningkatkan status kekebalan dan status gizi; (b)  melindungi diri (menggunakan masker, menghindari/mengurangi bepergian ke  tempat2 umum, dan kebersihan perorangan); (c) penyuluhan; dan, meningkatkan kesehatan lingkungan tempat tinggal/ kerja/sekolah.
  4. Pencegahan Primordial: surveilans lingkungan dan virus (oleh tenaga2 khusus dari DinKes Prov atau DepKes) di daerah2 resiko rendah. Virus IB dapat bermutasi dan menyesuaikan diri dengan berbagai lingkungan (termasuk di daerah2 yang lebih panas).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s