Kuliah ProDi S2 IKM UNS (KIA Sem 2)

Tugas:

  1. Baca makalah berikut: Yuan dkk_SR_reducing inequalities in MCH
  2. Pelajari penilaian terhadap makalah ini oleh team penilai McMaster University (http://www.healthevidence.org/search.aspx). Berdasarkan hasil penilaian ini tulis saran tentang bagaimana meningkatkan mutu penelitian pustaka yang dilakukan Yuan dkk.
  3. Tulis kesimpulan yang dibuat Yuan dkk. Saran apa yang mereka berikan untuk penelitian2 empirik berikut tentang intervensi2 yang menurunkan ketimpangan dalam KIA?
  4. Identifikasi makalah-makalah yang digunakan Yuan dkk untuk mensintesis temuan makalah2 penelitian empirik yg memenuhi syarat. Pilih satu makalah yang saudara minati dan tulis bagaimana saudara akan meningkatkan mutu penelitian tsb. Satu makalah penelitian empirik dinilai oleh satu atau dua mahasiswa. Ketua kelas mengupayakan sedapat mungkin supaya tidak ada duplikasi.
  5. E-mail tulisan saudara (butir 2, 3 dan 4) ke rossi_sanusi@yahoo.com sebelum jam 24, hari Kamis tanggal 25 Mei 2017.

Kumpulan Tugas

Kuliah ProDi S2 IKM UNS (PKMK Sem 3)

Tugas: Baca makalah-makalah berikut dan identifikasi masalah2 penelitian yang perlu dipecahkan untuk memberikan bukti yang lebih valid tentang efektivitas dan efisiensi program.

Suhrcke, M., Boluarte, T. A., & Niessen, L. (2012). A systematic review of economic evaluations of interventions to tackle cardiovascular disease in low-and middle-income countries. BMC Public Health, 12(1), 2. (Suhrcke dkk_SR of economic evaluations)

Sutton, L., Karan, A., & Mahal, A. (2014). Evidence for cost-effectiveness of lifestyle primary preventions for cardiovascular disease in the Asia-Pacific Region: a systematic review. Globalization and health, 10(1), 79. (Sutton dkk_SR of cost effectiveness)

Menilai Evaluasi Ekonomi Upaya Kesehatan

Evers, S., Goossens, M., De Vet, H., Van Tulder, M., & Ament, A. (2005). Criteria list for assessment of methodological quality of economic evaluations: Consensus on Health Economic Criteria. International journal of technology assessment in health care, 21(02), 240-245. (Evers_Criteria for assessment of methodological quality of HEE)

Langer, A. (2012). A framework for assessing Health Economic Evaluation (HEE) quality appraisal instruments. BMC health services research, 12(1), 253. (Langer_Framework for assessing HEE instruments)

Lampiran Sutton dkk:

Sutton_add file 1

Sutton_add file 2

Sutton_add file 3

Sutton_add file 4

Kuliah ProDi S2 IKM UNS (PromKes Sem 2)

Tugas untuk Kuliah 5 Mei 2017:

Ketua kelas membentuk 4 kelompok (@ 4 orang). Masing-masing kelompok membuat PODP yang menurut anggota kelompok yang bersangkutan berdayaguna/efficacious menganjurkan orang untuk menggunakan tangga di Gedung Pasca Sarjana UNS. Pada jam pertama masing2 kelompok akan presentasi PODPnya dengan 3 slide berikut:

  1. Gambar PODP
  2. Alasan memilih PODP tsb.
  3. Bagaimana mengevaluasi efikasi PODP tsb.

PODP kemudian dipasang di setiap pintu masuk dan keluar lift gedung pasca sarjana. Nomer pintu lift akan diundi. Contoh PODP dapat dilihat di Google Gambar/Image – ketik “Point of Decision prompts”. Setelah dipasang kita akan kembali ke ruang kelas untuk membahas pelaksanaan evaluasi efikasi dari PODP yang dipasang.

Pustaka terkait:

Jennings_A_SR_interventions_to_increase_stair_use

Kahn_The_Effectiveness_of_Interventions_to_Increase_Phy

kahn-SE-interventions-to-increase-physical-activity1-1 (2)

Avitsland dkk

Bellicha dkk

Eves dkk

Kuliah ProDi S2 IKM UNS 25 April 2017

Baca makalah Cost-effectivenes of strategies to improve utilization and provision of MNCH services

Berdasarkan makalah ini dipilih 5 makalah berikut:

  1. 29_Assessing the costs and cost-effectiveness of …
  2. 36_Breast feeding promotion and priority setting …
  3. 39_Home-based neonatal care …
  4. 50_Economic evaluation …
  5. 61_Ambulance service …

Masing-masing makalah akan ditelaah oleh dua mahasiswa dan hasil telaah akan dipresentasikan di kelas dengan PPt yang membahas: (1) Kerangka konsep; (2) Rancangan & Metoda Penelitian; dan, (3) Pelaksanaan penelitian.

Penelitian Replikasi (2)

Kata “replikasi” tidak hanya berarti “mengulang” tetapi juga “menjawab” atau “menanggapi”. (http://www.etymonline.com/index.php?term=replication&allowed_in_frame=0). Jadi penelitian replikasi dapat diartikan sebagai penelitian yang menanggapi penelitian-penelitian sebelumnya yang berupaya menjawab masalah penelitian yang sama (i.e., mempertanyakan kekuatan hubungan, atau Effect Size, antara X dan Y) dengan tujuan memberikan bukti yang lebih valid tentang Effect Size (ES) hubungan X (prediktor, intervensi atau program) dan Y (kriterion, outcome atau hasil program). Hipotesis penelitian menyatakan bahwa ES ≥ ESmin dan kesimpulan penelitian menyatakan bahwa hipotesis penelitian didukung/tidak didukung oleh hasil penelitian. Kesimpulan penelitian dapat tidak valid jika kerangka konsep (R1) tidak valid, rancangan penelitian (R2) tidak kokoh dan/atau pelaksanaan penelitian (R3) tidak setia mengikuti metoda penelitian yang dirancang.

Ada replication continuum mulai dari penelitian dengan R3, R2 dan R1 yang sama (imitation, exact replication, pure replication),  penelitian dengan R1 dan R2 yang sama, penelitian dengan R1 dan R3 yang sama, sampai dengan penelitian dengan hanya R2 dan R3 yang sama. Jika penelitian-penelitian sebelumnya dilaksanakan dengan kurang taat metoda (low fidelity research implementation) peneliti berikut mempunyai peluang mereplikasi penelitian tentang hubungan X – Y yang sama dengan tujuan meningkatkan ketaatan mengikuti metoda penelitian yang telah diarahkan oleh rancangan penelitian yang kokoh (robust  research design). Makin lama jangka waktu penelitian, makin rumit penelitian dan makin rendah penerimaan subyek penelitian makin besar kemungkinan untuk menyimpang dari rancangan dan rencana semula. (Carroll, C., Patterson, M., Wood, S., Booth, A., Rick, J., & Balain, S. (2007). A conceptual framework for implementation fidelity. Implementation Science, 2(1), 1.)

Jika penelitian-penelitian sebelumnya menggunakan rancangan yang kurang kokoh peneliti berikut mempunyai peluang menanggapinya dengan Tujuan Penelitian yang menyatakan secara spesifik apa yang akan diperbaiki dalam hal pengumpulan data, pengolahan data dan/atau penafsiran data. Mutu pengumpulan data dapat ditingkatkan dengan memperbaiki validitas alat/cara pengumpulan data, memperbaiki reliabilitas penggunaan alat/cara pengumpulan data dan/atau memperbaiki validitas subyek atau unit pengamatannya. Mutu pengolahan data mungkin perlu ditingkatkan dengan penggunaan metoda-metoda statistika reduksi dan inferensi yang lebih sesuai dengan skala data dan asumsi/prasyarat metoda. Mutu validitas dalam dan validitas luar penafsiran ES ditingkatkan dengan mengendalikan, memanipulasi atau mengamati moderator spesifik dan non-spesifik.

Jika penelitian-penelitian sebelumnya menggunakan kerangka konsep yang kurang valid peneliti berikut dapat melakukan penelitian replikasi dengan kerangka konsep yang disempurnakan secara deduktif berdasarkan teori/pendapat ahli dan secara induktif berdasarkan hasil penelitian-penelitian sebelumnya. Ada banyak hal yang dapat diperbaiki tentang kerangka konsep: definisi operasional (DO) dari konstruk-konstruk X, Y, mediator (landasan teori) dan moderator (situasi dan kondisi unit analisis), jumlah dan DO dimensi-dimensi (atau faktor-faktor) dari masing-masing konstruk, serta jumlah dan DO variabel-variabel/item-item dari masing-masing dimensi.

Penelitian imitasi, atau replikasi murni, diperlukan dalam rangka memenuhi kriterion konsistensi hubungan kausasi X dan Y. ES yang bermakna (ES ≥ ESmin) dan valid (tidak bias, tidak kebetulan dan tidak rancu) dan penelitian-penelitian replikasi yang secara konsisten menghasilkan ES bermakna dan valid merupakan kriteria penting pembuktian hubungan sebab-akibat antara X dan Y. Bahkan penelitian replikasi di tempat yang sama, dengan unit analisis dan unit pengamatan yang sama, pada waktu yang berbeda diperlukan (i.e., karena validitas a posteriori dapat berubah).

Untuk menghindari  “plagiarisme gagasan”  peneliti sebaiknya selalu menyebutkan sumber rujukan dan untuk menghindari “plagiarisme tulisan” peneliti sebaiknya selalu menunjukkan tanda kutip dan menyebutkan sumber rujukan. Ijin mengutip dari penerbit sumber rujukan diperlukan jika penerbit mempunyai hak kutip (copyright). Plagiarisme-diri (self-palgiarism) terjadi ketika peneliti menerbit ulang seluruh atau sebagian dari karyanya dan mengakunya sebagai karya baru. (https://cdn2.hubspot.net/hub/92785/file-5414624-pdf/media/ith-selfplagiarism-whitepaper.pdf).

Penelitian Replikasi (1) https://rossisanusi.wordpress.com/2009/06/14/penelitan-replikasi/

Meta Analysis & Pooled Data Analysis

Pada saat mempelajari atau mengerjakan telaah sistematik laporan-laporan penelitian empirik (PE) tentang efikasi suatu intervensi kita menemui Effect Size (ES) yang beragam besarnya dan arahnya. Dan jika penelitiannya dilakukan pada sampel, ES yang bersangkutan digunakan untuk memperkirakan ES populasi yang disampel dengan  CI yang beragam lebarnya. Setelah dikumpulkan, disaring, dan ditelaah kritis dengan kriteria dan cara yang ketat, penelitian-penelitian tersebut diharapkan mempunyai kerangka konsep, rancangan penelitian dan pelaksanaan penelitian yang valid dan seragam. Jika dapat dipastikan bahwa ES-ES yang beragam ini dihasilkan dari pengumpulan data yang seragam dan tidak bias (karena definisi operasional dari variabel-variabel intervensi dan outcome seragam dan menggunakan secara konsisten alat/cara pengumpul data valid yang seragam pada unit-unit pengamatan yang tepat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang seragam) maka ES yang beragam ini disebabkan karena kebetulan (karena dihasilkan dari penelitian sampel kecil) atau semu (karena dihasilkan dari penelitian yang variabel-variabel moderatornya tidak dikendalikan/diamati). Dengan jumlah unit analisis yang terbatas peneliti bisa saja menggunakan rancangan RCT dan menyatakan bahwa variabel-variabel perancu sudah dikendalikan. Namun, dengan rancangan tersebut yang dikendalikan hanya variabel-variabel moderator non-spesifik (i.e., history, maturation, etc.), sedangkan confounding juga terjadi jika variabel-variabel moderator spesifik (i.e., ciri-ciri dan keadaan unit analisis) tidak dikendalikan atau tidak diamati (i.e., tidak ikut dianalisis). Jadi keragaman ES yang ditemukan pada telaah sistematik disebabkan karena jumlah unit analisis yang terlampau sedikit untuk menghasilkan PE dengan validitas dalam yang besar dan sampling error yang kecil.

Untuk memperoleh manfaat dari ES-ES yang beragam ini ada upaya untuk menghitung ES baru melalui meta analisis (MA), dengan menggabungkan ES, atau pooled analysis (PA), dengan menggabungkan data, dari PE-PE yang lolos tahap-tahap sebelumnya dari telaah sistematik. Secara sederhana MA dapat dilakukan dengan memberi bobot kepada masing-masing ES sesuai dengan jumlah unit analisis yang digunakan (dan dengan demikian sesuai dengan tingkat validitas dalam atau besar sampling error) dan membagi jumlah total ES yang sudah diberi bobot dengan jumlah penelitian. Namun, biasanya PE yang lolos tahap-tahap sebelumnya dari telaah sistematik hanya menggunakan rancangan experimental (RCT atau time-series dengan kelompok kontrol) dengan N yang tidak cukup untuk mengendalikan/mengamati variabel-variabel moderator spesifik. Jadi sebenarnya ES baru yang diperoleh melalui MA merupakan sintesis dari ES-ES semu (confounded, atau lebih tepat jika dikatakan hubungan intervensi-outcome menutupi hubungan moderator-outcome). Lagi pula sampel-sampel PE tidak berasal dari populasi yang sama dan ES sintesis tidak dapat digunakan untuk memperkirakan ES dari populasi tersebut. ES baru juga dapat dihitung jika peneliti-peneliti sebelumnya mengumpulkan data untuk variabel-variabel moderator spesifik dan bersedia memberikan data mentahnya untuk diPA. Namun ES yang baru ini tidak merupakan hasil dari suatu RCT dengan N besar karena unit-unit analisis gabungan tidak ditempatkan secara acak ke kelompok-kelompok intervensi. Juga, variabel-variabel moderator spesifiknya kemungkinan besar tidak seragam jumlah dan jenisnya (serta definisi operasionalnya masing-masing). Jadi ES baru yang diperoleh melalui PA sintesis juga merupakan ES semu.

Karena kecil sekali kemungkinannya menjaring PE-PE  yang valid dan seragam dalam hal kerangka konsep, rancangan penelitian, dan pelaksanaan penelitiannya ada peneliti-peneliti yang menggunakan berbagai uji keberagaman (heterogeneity tests) yang pada dasarnya menguji apakah keberagamannya bermakna secara statistik (bukan secara substantif) dalam hal validitas dalam, sampling error atau keduanya. Jika keberagaman tidak bermakna, analisis dilanjutkan mengikuti Fixed Effect Model atau Random Effects Model. Pada model yang pertama diasumsikan bahwa ES-ES sebenarnya sama karena berasal dari populasi yang sama dan bahwa yang membuatnya beragam ialah besar sampel yang berbeda. Pada model yang kedua diasumsikan bahwa ES-ES memang berbeda secara acak karena  berasal dari populasi-populasi yang beragam pengendalian variabel-variabel moderatornya (i.e., melalui kriteria inklusi).

Selain sarat asumsi telaah sistematik dihantui oleh bias publikasi, yang cenderung menyingkirkan PE-PE dengan ES yang kecil atau negatif. Cara yang lebih masuk akal untuk menguji kemaknaan substantif ES (i.e., outcome memang berhubungan erat dengan intervensi atau prediktor lain) ialah secara prospektif melakukan PE-PE multi-center, atau multi-peneliti, yang direncanakan dan disepakati bersama dalam hal kerangka konsep, rancangan penelitian dan pelaksanaan penelitian.  Dengan demikian keberagaman ES karena jumlah unit analisis yang kecil dapat diatasi. Keberagaman dalam CI dapat ditiadakan jika masing-masing menggunakan penelitian populasi. Jika ES masih beragam berarti ada variabel moderator yang belum dikendalikan atau ikut diamati, yang pasti akan timbul ketika intervensi diterapkan di populasi sasaran.

 

Rujukan:

  • Basu, A. (2014). Introduction to Meta Analysis. PeerJ PrePrints, 2, e665v1.
  • Berman, N. G., & Parker, R. A. (2002). Meta-analysis: neither quick nor easy. BMC medical research methodology, 2(1), 1.
  • Blettner, M., Sauerbrei, W., Schlehofer, B., Scheuchenpflug, T., & Friedenreich, C. (1999). Traditional reviews, meta-analyses and pooled analyses in epidemiology. International journal of epidemiology, 28(1), 1-9.
  • Borenstein, M., Hedges, L. V., Higgins, J., & Rothstein, H. R. (2010). A basic introduction to fixed‐effect and random‐effects models for meta‐analysis. Research Synthesis Methods, 1(2), 97-111.
  • Kevin C. Chung, MD, Patricia B. Burns, MPH, H. Myra Kim, ScD. “Clinical Perspective: A Practical Guide to Meta-Analysis.” The Journal of Hand Surgery. 31A no.10  December 2006.