BimTek DinKes Prov

Strategi umum pengendalian penyakit ialah membagi tugas antara DepKes, DinKes Prov dan DinKes Kab/Kota. Dalam sistem pemerintahan yang didesentralisasi ketiga lembaga tersebut merupakan organisasi-organisasi yang terpisah tetapi bersinergi untuk menghadapi penyakit-penyakit prioritas global/nasional dan lokal. DinKes-DinKes Prov bertugas mensosialisasikan kebijakan-kebijakan (UU, KepMenKes) dan protap-protap yang dibuat DepKes kepada DinKes-DinKes Kab/Kota (sebagai pelaksana UKP dan UKM) melalui BimTek. BimTek ini dapat dilakukan melalui pelatihan off-the-job, pelatihan on-the-job, pelatihan jarak jauh, konsultasi, situs jejaring elektronik. Karena DepKes juga berperan sebagai penyeimbang pemanfaatan sumberdaya Negara DinKes Prov dapat membantu mengalokasikan lebih lanjut sumberdaya ini secara seimbang ke DinKes Kab/Kota di wilayah kerjanya.

Kebijakan, protap dan alokasi sumberdaya (KPS) DepKes sebaiknya didasarkan atas kebutuhan untuk pengendalian penyakit-penyakit pioritas global/nasional (e.g., ISPA, TB Paru, HIV/AIDS, Penyakit-Penyakit Diare, P2B2, Malaria, ILI). Strategi khusus pengendalian penyakit-penyakit ini ialah: (1) Penguatan UKP di sarana-sarana pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta melalui peningkatan validitas deteksi kasus (simptomatik, a-simptomatik & ResTi) dan peningkatan efikasi penatalaksanaan kasus; dan (2) Penguatan UKM DinKes Kab/Kota melalui peningatkan surveilans aktif dan peningkatan respons segera dan respons terencana. Dengan demikian KPS yang ditentukan oleh DepKes, dan yang diteruskan/ditindaklanjuti oleh DinKes Prov, mengikuti strategi ini. Penyakit-penyakit prioritas lokal juga menggunakan strategi khusus ini, namun KPSnya (yang tidak bertentangan dengan KPS DepKes) ditentukan oleh PemDa setempat.

Penguatan UKP dan UKM dilaksanakan melalui dua tahap, yaitu: (1) mentaati protap (yang dibuat DepKes); dan, (2) menguji-coba protap (untuk diusulkan kepada DepKes). Untuk mencapai kedua tujuan ini DinKes Prov perlu merekrut Kelompok JabFung operasional UKP (yang ahli dalam deteksi dan talaksana kasus penyakit-penyakit prioritas global/nasional) dan kelompok JabFung operasional UKM (yang ahli dalam surveilans dan respons penyakit-penyakit prioritas global/nasional). Kelompok-kelompok JabFung ini ditempatkan dalam UPTD-UPTD yang mempunyai hubungan struktural/lini dengan Ka DinKes Prov. Untuk menciutkan rentang-kendali UPTD-UPTD ini dapat dikoordinasi oleh seksi-seksi (berdasarkan departementasi geografis) dari suatu SubDin struktural.  Derajat ketaatan DinKes Kab/Kota dan jajarannya terhadap protap-protap yang dibuat DepKes dapat diperiksa melalui audit upaya kesehatan. Pada tahap yang lebih lanjut DinKes Kab/Kota dan jajarannya dapat diberi BimTek penelitian operasional untuk menguji-coba protap-protap yang lebih valid dan lebih praktis.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s