Program 100 Hari Menkes

MenKes yang baru menyebut empat program yang akan dicapai dalam waktu 100 hari: (1) Pemenuhan hak setiap individu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan program jaminan kesehatan masyarakat dan sebagainya; (2) Peningkatan kesehatan masyarakat melalui percepatan dan pencapaian target Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs), yaitu mengurangi angka kematian bayi, angka kematian ibu melahirkan, dan sebagainya; (3) Pencegahan dan penularan menyakit menular dan akibat bencana; dan, (4) Pemerataan dan distribusi tenaga kesehatan di daerah terpencil, kepulauan, perbatasan, dan daerah tertinggal. (Diperoleh tanggal 15 November 2009 dari http://www.kompas.com/lipsus102009/sbyjilid2read/2009/11/02/19553824/Inilah.Program.100.Hari.Menkes) Keempat “program” ini lebih menyerupai pernyataan Visi atau Misi, karena bersifat umum, dan tidak mungkin dicapai dalam waktu 100 hari. Mungkin lebih baik kalau MenKes, dan (calon) pembisik-pembisiknya, berpikir secara sistematis pada waktu diminta menyusun program tersebut – mulai dari tugas pokok Pemerintah RI di bidang kesehatan, strategi yang akan digunakan, dan struktur organisasi DepKes. Restrukturisasi DepKes sangat diperlukan karena struktur lama telah menjadi suatu birokrasi tambun yang tidak lincah menghadapi lingkungan yang dinamis dan penuh gejolak. Dengan langkah-langkah yang tegas, dalam waktu 100 hari, MenKes sebenarnya mempunyai peluang untuk merubah organisasi DepKes menjadi organisasi yang ”miskin struktur, tetapi kaya fungsi”.

Pemberian tugas kepada masing-masing menteri untuk merumuskan Program 100 hari sebaiknya diartikan sebagai tugas untuk menyusun program-program lintas sektor. Di bidang kesehatan Pemerintah RI mempunyai tugas pokok mengendalikan penyakit-penyakit. Strategi umum yang dapat digunakan, dalam sistem pemerintahan yang didesentralisasi, ialah membagi tugas sebagai berikut: DepKes sebagai organisasi yang mengatur pengendalian penyakit, DinKes Provinsi sebagai organisasi yang memberikan bimbingan teknis upaya kesehatan dan DinKes Kabupaten/Kota sebagai organisasi yang melaksanakan upaya kesehatan. DepKes dapat mengatur pengendalian penyakit melalui membuat kebijakan (UU, KepMen, dsb), menyusun ProTap dan mengalokasikan sumberdaya strategik (SDM profesi kunci, dana APBN) yang menyangkut: (1) pengendalian lingkungan dan penyebab penyakit; (2) pencegahan primer (upaya kesehatan untuk anggota masyarakat ResTi) dan sekunder (upaya kesehatan untuk anggota masyarakat dengan penyakit subklinis); dan, (3) pencegahan tersier dan rehabilitasi (upaya kesehatan untuk anggota masyarakat dengan penyakit klinis). Dengan demikian inti operasional DepKes (yang terdiri atas jabatan-jabatan fungsional operasional) cukup dibagi menjadi tiga unit struktural, masing-masing dengan subunit-subunit yang menghasilkan kebijakan, protap dan alokasi sumberdaya. Yang membantu inti operasional ini ialah unit-unit fungsional pendukung yang menganalisis kebutuhan, yang mengkaji teknologi terkini, dan yang memonitor dan mengevaluasi dan unit-unit fungsional pendukung di bidang hukum, informasi dan sumberdaya. Unit-unit struktural dipimpin oleh manajer-manajer yang kompeten (yang bertanggungjawab supaya DepKes menghasilkan ketiga produk tersebut secara efektif dan efisien) dan unit-unit fungsional operasional dan pendukung diisi oleh ahli-ahli yang kompeten (yang bertanggungjawab supaya DepKes menghasilkan tiga produk yang efikasius).

DepKes

Kalau MenKes yang sebelumnya dijuluki oleh media massa sebagai menteri yang ”heroik”, karena dengan gagah berani melawan ”musuh-musuh luar negeri”, MenKes yang sekarang juga bisa heroik melawan ”musuh-musuh dalam negeri”. Yang disebutkan terakhir ini ialah para penganut paham ”fungsi mengikuti struktur”, yaitu mereka yang ingin mempertahankan, dan yang ingin dipromosikan ke, posisi-posisi dalam struktur organisasi yang lama. Pemerintah RI dan pemerintahan-pemerintahan daerah menghadapi lingkungan yang terus berubah dengan cepat (masyarakat, penyebab penyakit, lingkungan fisik-biologis-psikososial, teknologi). Untuk itu diperlukan organisasi yang ramping, kompeten dan berdayaguna.

About these ads
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s